Urgensi Presidential Club

Konfridus R Buku
Dosen Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende
Konten dari Pengguna
15 Mei 2024 12:47 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Konfridus R Buku tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Momen Silaturahmi Capres dengan suara terbanyak Prabowo Subianto dan Presiden ke-6 RI SBY di Cikeas. Foto;kumparan.com
Presiden terpilih Prabowo Subianto baru-baru ini melontarkan idenya untuk membentuk wadah yang mampu menggabungkan sejumlah mantan Presiden Indonesia. Ide Prabowo ini kemudian dipertegas lagi oleh Juru Bicara Prabowo Dahnil Azhar Simanjuntak yang mengungkapkan bahwa Parabowo akan membentuk presidential club yang akan diisi oleh para mantan Presiden Republik Indonesia yang masih hidup hingga saat ini (Detik.com, 3 Mei 2024).
ADVERTISEMENT
Tujuan pembentukan presidential club adalah sebagai ajang silaturahmi dan diskusi bersama para mantan presiden Indonesia dalam membahas strategi kebangsaan. Gagasan Prabowo soal presidential club nantinya para mantan presiden bisa saling berkomunikasi dan berbagi pengalaman serta pemikiran masing-masing dalam menangani berbagai persoalan di Tanah Air.
Ide ini kemudian mendatangkan sejumlah polemik pro dan kontra tentang urgensi pembentukan presidential club. Pembentukan presidential club kemudian dapat dinilai dan ditelah lebih jauh berkaitan dengan upaya rekonsiliasi yang tengah dibangun oleh Prabowo dan upaya menggalang ide dan masukan bagi pengembangan strategi-strategi kebangsaan.
Uapaya Rekonsiliasi
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin merespon pembentukan presidential club sebagai upaya rekonsiliasi. Komaruudin melihat bahwa pembentukan klub presiden hanya cara Prabowo untuk ‘menebus dosa’ atas kemenangannya sendiri, yang ternyata malah meretakkan hubungan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Jokowi. Prabowo memiliki beban untuk mendamaikan Megawati dan Jokowi (detik.com, 14 Mei 2024).
ADVERTISEMENT
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Syaiful Huda. Ketua Komisi X DPR RI ini khawatir wacana forum klub presiden hanya menjadi agenda titipan dari pihak-pihak yang merasa bersalah atas terjadinya perseteruan di antara mantan presiden. Hal semacam itu lebih baik tetap menjadi urusan antar-individu masing-masing, bukan malah menjadi tanggung jawab presiden terpilih.
Peneliti politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Aisah Putri Budiarti menganggap wacana klub presiden memang perlu dicermati dari segi tujuan pembentukannya. Sebab, kini satu-satunya mantan presiden yang belum secara resmi tergabung dalam koalisi pemerintahan terpilih hanyalah Megawati.
Di sisi lain perlu dicermati juga bahwa hingga saat ini hubungan antara Megawati dan SBY juga masih terlihat renggang. Sehingga ide untuk mewujudkan presidential club merupakan bagian dari upaya memperbaiki kembali hubungan antara para mantan presiden yang sedang renggang. Upaya ini adalah upaya rekonsiliasi untuk mendamaikan situasi ketegangan antara para mantan presiden.
ADVERTISEMENT
Sejatinya upaya ini menjadi cukup positif terutama agar semua agenda pembangunan yang tengah direncanakan dapat berjalan dengan baik. Atmosfer politik yang baik yang diwujudkan dengan relasi yang baik antara para negarawan tentunya menjadi pendorong bagi perkembangan bangsa ke arah yang lebih baik. Upaya rekonsiliasi ini tentunya akan sangat baik juga bagi upaya menjaring ide dan gagasan kebangsaan.
Upaya Menjaring Ide dan Gagasan Kebangsaan
Banyak pihak yang merespon cukup positif berkaitan dengan upaya pembentukan presidential club. Mantan wakil presiden Jusuf Kala misalnya mengungkapkan bahwa klub semacam itu bukan hanya ada di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. Menurutnya, hal itu muncul agar dapat saling memberikan nasihat sesuai waktunya. JK merespon positif ide pembentukan presidential club karena mampu menjadi wadah untuk membahas berbagai persoalan strategis (detik.com, 4 Mei 2024).
ADVERTISEMENT
Respon yang sama juga datang dari Presiden Jokowi yang mengapresiasi rencana presiden terpilih Prabowo Subianto yang hendak membentuk presidential club sebagai wadah diskusi kebangsaan bagi presiden dan para mantan presiden. Menurut Jokowi, pertemuan itu dapat digelar setiap dua hari sekali (MediaIndonesia, 4 Mei 2024).
Dalam banyak catatan sejarah berbagai negara presidential club biasanya dibentuk untuk memberikan dukungan, jaringan, dan kesempatan kepada para individu yang memiliki peran atau jabatan tinggi, seperti presiden, pemimpin eksekutif, atau pemimpin organisasi besar lainnya.
Pembentukan presidential club membuka peluang bagi terbangunya jaringan interaksi yang baik antara sesama mantan presiden untuk berbagi ide, pengalaman, dan peluang kolaborasi. Presidential club menyediakan lingkungan yang sesuai untuk pertukaran pemikiran ini. Presiden terpilih sering menghadapi tantangan yang unik dan kompleks. Mereka dapat mendapatkan manfaat besar dari berbagi pengalaman, mendapatkan saran dari orang-orang yang berada dalam posisi serupa, dan belajar dari pendekatan yang berhasil dalam menghadapi masalah yang serupa.
ADVERTISEMENT
Dalam beberapa kasus, presidential club juga dapat berfungsi sebagai wadah untuk menyuarakan kepentingan bersama atau mendukung inisiatif yang dianggap penting oleh para pemimpin tersebut. Pembentukan Presidential Club biasanya diupayakan untuk memfasilitasi pertukaran ide, dukungan, dan pengembangan kebangsaan.
Melalui forum presidential club tersebut Presiden terpilih dapat terbantu untuk memetakan persoalan bangsa dan mendapatkan masukan serta solusi dari presiden-presiden terdahulu. Masukan mereka secara teknokratis tentu membantu untuk menavigasi persoalan serta melihat dan mencari peluang-peluang solusi. Apalagi di tengah banyaknya persoalan yang sedang dihadapai oleh bangsa ini diantaranya, pengangguran, investasi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur. Seorang mantan presiden sangat mampu memberikan saran dan kritik yang konstruktif kepada presiden yang menjabat untuk menjadikan NKRI menjadi negara maju dan rakyatnya sejahtera sehingga diperhitungkan dunia internasional.
ADVERTISEMENT
Pada akhirnya masukan ide dan gagasan dari para mantan presiden tentunya menjadi sangat penting dalam upaya mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi dan sebagai upaya rekonsiliasi elit. Rekonsiliasi menjadi penting agar ide-ide kebangsaan dapat terwujud dengan baik. Kesejahteraan rakyat dapat terwujud dengan baik jika para pemimpinnya bersatu dan memberikan teladan yang baik.