Kumparan Logo
Ayo ikutan polling dana desa siluman
Ayo ikutan polling dana desa siluman

Alihkan Anggaran Desa Siluman & Menangkan Hadiah Jutaan

Kuis kumparan

Kuis kumparanverified-green

comment
159
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ayo ikutan polling dana desa siluman
zoom-in-whitePerbesar

Desa siluman. Ia benar-benar ada. Bukan berarti desa itu berpenduduk siluman, melainkan desanyalah yang siluman (tidak terlihat). Ia ada di atas kertas, namun tiada di dunia nyata. Dengan kata lain, ia fiktif. Karangan semata. Dicurigai dibuat demi gelontoran duit ratusan juta.

Begini, sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang diteken di era Susilo Bambang Yudhoyono, setiap desa di Indonesia mendapat kucuran Dana Desa dari pemerintah pusat. Nah, berdasarkan data Kementerian Desa, Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi, desa di Indonesia pada 2019 berjumlah 74.597 desa. Sementara pagu (batas tertinggi) anggaran Dana Desa dalam APBN 2019 sebesar Rp 70 triliun.

Dari perhitungan angka-angka tersebut, artinya setiap desa rata-rata mendapat kucuran dana Rp 938 juta (ya, hampir Rp 1 miliar). Ini sudah tentu bukan jumlah yang sedikit. Masalahnya, duit sebanyak itu berpotensi mengalir ke desa siluman alias desa yang tak benar-benar ada. Bayangkan: desa imajiner tanpa penghuni, namun aktif beroleh gelontoran dana besar dari pemerintah. Betapa keterlaluan.

Oleh sebab itu tim kumparan berupaya melacak desa-desa siluman yang puluhan di antaranya ditengarai berada di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Laporan selengkapnya bisa dilihat di Collection Liputan Khusus “Kucuran Duit untuk Desa Siluman”.

collection embed figure

Desa siluman bikin riuh sepekan belakangan setelah disebut langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Namun sebetulnya, perkara desa siluman sudah pernah muncul ke permukaan beberapa waktu sebelumnya. Bahkan, Polda Sulawesi Tenggara—berkoordinasi dengan KPK dan Bareskrim Polri—sedang menangani kasus dugaan 56 desa siluman di Konawe.

Fenomena desa siluman tentu menarik perhatian masyarakat. Sekarang, kumparan mengajak pembaca budiman untuk berpartisipasi menyalurkan aspirasi lewat polling di bawah. Caranya mudah saja: pilih sektor mana yang ingin kamu bangun untuk mengalihkan dana desa siluman sebesar Rp 1 miliar yang berada di tanganmu. Jelaskan juga alasanmu di kolom komentar.

Tiga pembaca dengan saran terbaik akan mendapatkan hadiah uang elektronik senilai masing-masing Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah). Hadiah ini dijamin bukan dana siluman.

Jadi, yuk segera isi polling berikut dan tuliskan komentarmu.

Syarat dan Ketentuan :

  1. Periode giveaway ini berlangsung hingga Kamis, 14 November 2019.

  2. Peserta wajib subscribe collection Kucuran Duit Untuk Desa Siluman.

  3. Seluruh peserta harus memiliki akun kumparan lebih dahulu dengan melengkapi data diri yang sebenarnya di halaman profil.

  4. Pemenang akan dipilih dan dinyatakan sah oleh kumparan, tanpa ada intervensi atau gugatan dari pihak lain.

  5. Pemenang akan dinyatakan sah apabila terbukti telah mengikuti polling pada artikel ini serta telah memberikan likes atau komentar di salah satu story collection Kucuran Duit Untuk Desa Siluman.

  6. Peserta dilarang memberikan komentar di kumparan yang mengandung unsur SARA, atau bernada menyudutkan suatu pihak tertentu.

  7. Pemenang akan diumumkan Senin, 18 November 2019 melalui artikel di kumparan serta official account Instagram, Facebook dan Twitter kumparan.

  8. Dengan mengikuti program ini, peserta dianggap menyetujui seluruh syarat dan ketentuan yang berlaku.

  9. Pemenang hanya akan dihubungi oleh kumparan via email yang terdaftar di akun kumparan. Hati-hati penipuan yang mengatasnamakan kumparan.

  10. Info dan pertanyaan silahkan layangkan ke email kumparan program@kumparan.com

Kalau kamu memegang dana desa siluman Rp 1 miliar, akan kamu alihkan untuk apa?

  • Membangun rumah sakit di pelosok
    20.58%
  • Membangun jalan dan jembatan di daerah pedalaman
    38.63%
  • Membangun sekolah di wilayah perbatasan
    29.60%
  • Lain-lain
    11.19%

277 Pemilih · Polling telah berakhir