kumparan
23 Agu 2019 11:40 WIB

'Sate Bibi Wasiah', Kuliner Fenomenal asal Pontianak

Sate Bibi Wasiah, salah satu penjual satai fenomenal di Pontianak.
Salah satu alasan mengapa satai menjadi kuliner favorit banyak orang adalah, selain mudahnya ditemukan, variasi dari jenis daging yang digunakan pun cukup beragam. Misalnya satai daging ayam, daging sapi, dan daging kambing. Layaknya daerah lain yang mempunyai spot satai favorit, Pontianak pun tak ketinggalan. Terdapat salah satu tempat berjualan satai yang cukup hits di kalangan masyarakat pencinta satai di Pontianak. Namanya Sate Bibi Wasiah.
Salah satu lokasi Sate Bibi Wasiah, di Jalan Sultan Abdurahman, Foodcourt Aneka Rasa.
Sate Bibi Wasiah memiliki dua lokasi tempat mangkal. Lokasi pertama ada di Jalan Putri Dara Nante yang berdekatan dengan kantor PELNI, dan satunya lagi di Jalan Sultan Abdurahman, berseberangan dengan gedung Aneka Pavilion, tepatnya di Foodcourt Aneka Rasa.
ADVERTISEMENT
Awal mula berjualan satai, tempat dagangan Bibi Wasiah ini berpindah-pindah. Mulanya berjualan di seberang gedung PCC (Pontianak Convention Center), lalu kemudian berpindah-pindah namun masih di kawasan sekitar Jalan Sultan Abdurahman, sebelum akhirnya menempati dua lokasi yang sekarang menjadi lokasi tetap berjualan.
Apa saja yang menjadi daya tarik dan mengapa Sate Bibi Wasiah ini namanya begitu tersohor di Pontianak? Nah, ini dia yang seru untuk dibahas. Semua menu di Sate Bibi Wasiah ini halal. Di sini menyediakan satai daging ayam, satai daging sapi, satai daging kambing, dan juga gulai kambing. Aku suka banget dengan gulai kambingnya. Tapi sebelum sampai ke pembahasan gulai kambingnya, mari kita mulai dulu dengan pembahasan satai ayam, sapi, dan kambingnya!
Satai daging ayam yang menjadi favorit. @kulinerkotapontianak.
Satai di sini memiliki ukuran daging yang montok-montok dan besar di tiap tusukan satainya. Selain ukurannya yang cukup memuaskan dan dagingnya empuk saat digigit, untuk menikmati satai di sini teman-teman juga bisa memilih ditemani dengan nasi putih hangat atau pun lontong. Tak lupa disertakan juga bumbu kacangnya yang aduhai. Acar timun dan sambalnya juga tak dapat terlewatkan. Sambal di sini adalah cabai rawit potong, yang dicampur dengan bawang merah dan ada kecap manis di dalamnya.
ADVERTISEMENT
Sate Bibi Wasiah berjualan dari jam 09.00 hingga 24.00 setiap harinya. Biasanya mulai ramai di jam makan siang dan sore menjelang malam hari mendekati jam makan malam, dan semakin ramai di atas jam 19.00. Menurut kami waktu terbaik untuk menikmati satai di salah satu lokasi Sate Bibi Wasiah adalah di sore hari menjelang jam makan malam, dikarenakan pada waktu ini jumlah pengunjung yang datang tidak terlalu padat dan tidak perlu mengantre pesanan terlalu lama.
Satai daging kambing, satu porsi isi sepuluh tusuk, harganya Rp 45.000.
Sate Bibi Wasiah ini seakan menghipnotis kami dari segi rasa, ukuran, dan porsinya. Rasa dagingnya yang empuk dengan diiringi aroma smoky khas bebakaran satai, ditambah dengan bumbu kacangnya yang bertekstur tidak terlalu kasar, membuat kami kalap dan terus lahap menyantap satai pesanan kami di sore hari itu.
Cabai rawit potong yang dicampur dengan bawang merah dan kecap manis.
Cabai yang disediakan ini begitu mantap berkolaborasi dengan daging satai. Setiap tusukan satai membuat kami tak ingin terlepas dari potongan cabai rawit yang dilebur bersama potongan bawang merah dan kecap manis. Sepiring nasi putih dan lontong pun melengkapi kebutuhan karbohidrat kami sebagai warga negara Indonesia yang begitu mencintai nasi, ha-ha-ha.
Lontong termasuk salah satu karbohidrat wajib di kala menyantap satai.
Satai ayam di sini menjadi favorit kami, tapi kami juga memesan satai kambing dan juga satai sapi, yang masing-masing di sajikan dengan jumlah sepuluh tusuk per porsi. Dari segi warna, satai daging kambing memiliki warna yang lebih gelap daripada satai ayam dan satai daging sapi, tapi dari segi ukuran, semua sama montoknya, asik, dan puas.
ADVERTISEMENT
Perbedaan yang paling terasa adalah di tekstur serat daging, yang bila kami urutkan tentunya daging ayam yang memiliki serat daging paling empuk dan mudah dikunyah, disusul oleh daging kambing, dan daging sapi. Bagi kamu yang suka cita rasa orisinal tanpa bumbu kacang, Sate Bibi Wasiah ini siap disantap secara 'original' karena di proses pembakarannya sendiri sudah dilumuri bumbu dan kecap manis.
Gulai Kambing Bibi Wasiah, terbaik!
Gulai kambingnya juara! Dari warna kuah gulainya sudah begitu mengundang selera makan. Daging kambingnya begitu mudah terlepas dari tulangnya dan gurihnya bukan main. Hanya dengan kuah gulai saja, aku sudah dapat menghabiskan setengah nasi putih yang ada di piring, begitu enaknya. Gulai kambing di sini memang menjadi salah satu top spot untuk pencinta gulai. Gulai kambing terutama. Untuk satu porsi satai ayam dijual dengan harga Rp 30.000, dan untuk satai daging kambing, satai daging sapi, dan gulai kambing dijual dengan harga Rp 45.000.
Gulai kambing yang bikin gagal diet!
Bagi teman-teman kumparan yang termasuk pencinta satai atau pun bukan, satai Bibi Wasiah ini wajib kamu coba, karena dari segi rupa, rasa, dan porsi amat sangat menyenangkan. Apalagi gulai kambingnya. Salam, kuliner Kota Pontianak.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan