Pencarian populer

Tiam Mie, Mi Goreng Manis Khas Pontianak yang Harganya Rp 10 Ribuan

Tiam Mie alias Mi Goreng Manis Khas Pontianak.

Halo teman-teman!

Berbicara tentang kuliner yang khas dari suatu daerah tentu banyak sekali ragam dan jenisnya, bahkan untuk membahasnya pun seakan tiada ujungnya. Nah salah satu kuliner khas yang bakal kita bahas di sini yaitu kuliner yang berasal dari tanah Kalimantan.

Yes, Kota Pontianak termasuk salah satu daerah yang memiliki beraneka ragam kuliner yang cukup populer. Apalagi untuk makanan tionghoa yang bisa dikatakan masih otentik dan orisinalitasnya terjaga. Dan bagi yang ini menikmati kuliner tersebut cukuplah mudah karena kuliner ini gampang ditemukan.

Harga yang ditawarkan pun tidak mahal, dengan cita rasanya yang bisa dibilang selalu melekat di hati, kuliner ini membangkitkan kerinduan akan Pontianak. Yups salah satunya adalah Tiam Mei. Apa itu Tiam Mie? Nah, hari ini kita akan membahasnya yaitu salah satu kuliner legendaris murah meriah yang penikmatnya banyak sekali, ayuk Let’s Go!

Untuk artinya sendiri, Tiam dalam bahasa Tio Ciu Pontianak adalah manis, dan Mie adalah Mi. Jadi dari namanya kalau diartikan Tiam Mie adalah Mi Manis. Apa? Mi kok manis? Bagaimana rasanya? Apa enak?

Eits, jangan keliru teman-teman, cita rasa nan gurih dari Tiam Mie ini sangatlah memikat, bisa dibilang di tengah makanan zaman now yang sedang hits sana-sini Tiam Mie ini masih selalu ramai peminatnya, apalagi dengan harganya yang murah meriah mulai dari Rp 10.000-an saja.

Sudah mulai penasaran, kan? Harganya yang murah kira-kira kalau soal cita rasa bakal seperti apa, ya? Sebelum kita memulai cerita dan pengalaman tentang Tiam Mie ini mari kita simak dulu bahan apa saja yang biasa kita temukan di penjual Tiam Mie dan bagaimana proses memasaknya, siap-siap ngiler nih soalnya kadang aku juga ngiler sama postingan-ku sendiri. Haha.

Bahan utamanya adalah mi kuning, sayur kuchai, bawang putih cincang, kecap asin, taoge, dan juga gula merah cair. Pertama-tama, kuali yang telah panas dituangkan sedikit minyak goreng kemudian dimasukkan mi kuning ke dalamnya, lalu tuangkan kecap asin secukupnya, sayuran kuchai dengan bawang putih cincang pun ikut dimasukkan dan diaduk di dalam kuali panas tersebut. Setelah agak merata barulah gula merah cair yang sudah siap tadi dituangkan sesuai takarannya.

Sebelum disajikan di atas piring, taoge juga tidak ketinggalan untuk sejenak ‘digoyang’ di dalam kuali, di tahap ini aroma dari Mi Manis sudah akan tercium dan membuat selera makan naik. Dan ini bakal membuat perut yang sudah keroncongan ini bergetar, apalagi jika datang di jam yang cukup ramai seperti jam makan siang ataupun sore menjelang jam makan malam, duh semakin enggak sabaran.

Mi kuning yang digunakan sebagai bahan dasar Tiam Mie.
Aroma wangi nan khas yang berasal dari minyak bawang putih cincang.
Sayuran kuchai yang ikut dimasukkan ke dalam Tiam Mie.

Biasanya untuk menikmati Mi Manis ini aku menambahkan order-an telur mata sapi, dan seperti biasa telur yang aku minta wajib yang setengah matang. Begitu pesananku sampai di meja, langsung aku masukan sahang atau lada untuk ditaburkan ke Tiam Mie yang aku request dimasak dengan sedikit ‘becek’. Aku aduk sebentar menggunakan sumpit, sambil sesekali ku tiup agar tidak terlalu panas ketika akan disuap ke mulut.

Karena sudah keroncongan saat menunggu pesanan tadi, aku pun tak perlu lama untuk menghabiskan seporsi Mi Manis ini beserta telur gorengnya. Luar biasa sedap! Hociakk! Begitu orang Tio Ciu Pontianak mengucapkan arti kata ‘enak’. Mi yang digoreng ini menghasilkan tekstur yang kenyal meskipun aku minta dibuatkan agak ‘becek’.

Untuk aromanya sudah dipastikan wangi karena menggunakan bawang putih cincang yang ditaburkan tadi, untuk cita rasanya ada rasa asin, manis gurih, ditambah lagi ada sayuran taoge dan kuchai yang membuat Tiam Mie ini makin bertambah enak dinikmati dalam keadaan panas, sesaat setelah baru saja dimasak.

Proses memasak Tiam Mie, diberikan sedikit air dan dimasak hingga air, kecap, dan bumbu penyedap meresap ke Mi-nya.
Lada atau sahang yang biasa aku masukkan untuk menambah sensasi nikmat dari sepiring Tiam Mie.

Sepuluh ribu saja? Ya, benar teman-teman, seporsi Tiam Mie dibanderol dari Rp 10.000 saja, dan untuk tambahan telur biasanya per butir telur dikenakan Rp 3.000. Bagaimana enggak ramai peminatnya, kan teman-teman? Cita rasanya yang khas, aroma nan wangi, dan tekstur kenyal mi yang tetap ada saat dimakan.

Tiam Mie ini selalu ramai pembeli, untuk menemukan penjualnya pun cukup mudah, berikut ini akan aku share ke teman-teman beberapa lokasi penjual Tiam Mie, yang sebagian buka di sore menjelang malam, dan ada juga yang berjualan di pagi sampai sore hari, untuk kategori Tiam Mie ini juga tersedia yang halal dan juga non-halal.

Beberapa rekomendasi tempat jualan Tiam Mie yang dapat teman-teman datangi adalah sebagai berikut:

  1. Lokasi yang sering aku datangi ada di Jalan Merapi, nama tempatnya Kwetiau ALIANG, buka dari Senin-Sabtu jam 08.00-16.00 WIB, sementara untuk hari Minggu libur. Untuk di tempat ini salah satu tempat yang HALAL. Harga mulai dari Rp 10.000.

  1. Kengci Kwetiau 93, lokasinya ada di Jalan Merdeka, tepat berada di deretan pom bensin. Tempat ini berjualan setiap hari dari jam 17.00-22.00 WIB. Sama seperti Kwetiau ALIANG, tempat ini juga menyediakan makanan HALAL. Harga mulai dari 12.000.

  1. Kwetiau ROBERT, lokasinya ada di jalan Purnama, depan kompleks Purnama Agung 1, Tempat ini buka setiap hari Selasa-Minggu dari jam 11.00-18.00 WIB, sementara untuk hari Senin tutup, dan makanan di tempat ini NON HALAL. Harga mulai dari Rp 13.000.

Aroma wangi, perpaduan bumbu penyedap yang sederhana dan menghasilkan cita rasa yang unik, ditambah lagi harganya yang meriah, selalu menjadikan Mi Manis Goreng ini hits dan timeless. Dan bagi teman-teman yang berencana berkunjung ke Pontianak, maka teman-teman wajib untuk mencoba salah satu kuliner khas Pontianak ini. Di antara teman-teman kumparan di sini apakah ada yang sudah mencobanya? Mari share di kolom komentar, atau apakah teman-teman ada rekomendasi tempat berjualan Tiam Mie lainnya? Silakan tuliskan di kolom komentar, ya teman-teman. Salam kulinerkotapontianak.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60