1 dari 10 Masyarakat Indonesia Masuk Kategori Miskin, Apa Penyebabnya?
·waktu baca 2 menit

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 26,36 juta orang per September 2022. Total penduduk miskin meningkat 200 ribu jiwa dibanding Maret 2022.
Sedangkan jumlah penduduk Indonesia mencapai 275.773.800 jiwa per pertengahan tahun 2022. Apabila dibandingkan, ada 1 orang Indonesia yang miskin dari 10 orang.
Kepala Ekonom BCA, David Sumual, mengatakan faktor kemiskinan mencakup struktural dan non-struktural. Contoh faktor struktural adalah pendidikan, ditandai dengan sebagian wilayah masyarakat memiliki pendidikan yang rendah.
"Kemiskinan ada yang turun-menurun, karena pendidikan berpengaruh. Kalau pendidikan di wilayah tertentu rendah, susah masyarakat untuk mobilitas vertikal naik ke jenjang yang lebih baik," ujar David kepada kumparan, Rabu (18/1).
Sedangkan faktor non-struktural terdiri dari inflasi, pertumbuhan ekonomi dan kurs rupiah. Kurs mempengaruhi inflasi dan daya beli, sedangkan inflasi menyeret daya beli yang menekan masyarakat berpendapatan rendah.
Lebih lanjut, David menyebut pemerintah lebih memprioritaskan industri penggunaan faktor produksi modal atau capital intensive menjadi salah satu faktor pemicu kemiskinan. Pasalnya, penyerapan tenaga kerja akan lebih sedikit.
"Mereka yang berada di garis kemiskinan besar sekali. angkanya bisa melonjak tiba-tiba. Jadi bukan hanya dilihat di bawah garis kemiskinan, tapi di sekitar garis kemiskinan," katanya.
Berdasarkan laporan Bank Dunia yang berjudul East Asia and The Pacific Economic Update October, Bank Dunia memperbarui garis kemiskinan ekstrem internasional berdasarkan paritas daya beli (purchasing power parities/PPP).
Pada PPP 2017, Bank Dunia merevisi garis kemiskinan menjadi USD 2,15 atau setara Rp 32.776 (asumsi kurs Rp 15.245 per dolar AS) per orang per hari. Perubahan garis kemiskinan tersebut berdampak pada 13 juta orang kelas menengah bawah di Indonesia yang menjadi jatuh miskin.
