Kumparan Logo

4 Jurus Hadapi Masalah Keuangan di Tengah Pandemi

kumparanBISNISverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Prinsip Keuangan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Prinsip Keuangan. Foto: Shutterstock

Virus corona yang merebak di Indonesia selama lebih dari dua bulan telah membuat aktivitas perekonomian begitu terpuruk. Pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama hanya mencapai 2,97 persen.

Selain itu, aktivitas dunia usaha tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Akibatnya, para pengusaha mulai kehabisan dana sehingga merumahkan bahkan melakukan PHK terhadap karyawan.

Lantas bagaimana cara menghadapi masalah ekonomi di tengah merebaknya COVID-19 ini?

Berikut 4 jurus dari Master Financial Planner, Safir Senduk:

Pastikan Dana Cadangan Cukup sampai 6 Bulan

Safir mengatakan, setiap orang harus berusaha untuk menyisihkan pendapatan sebagai dana cadangan. Mengenai berapa banyak dana darurat yang harus dimiliki, setidaknya menurut Safir, mampu memenuhi kebutuhan untuk 3 sampai 6 bulan.

"Dana cadangan harus disesuaikan kalau sekarang terjadi pekerjaan setop, berapa lama lagi anda dapat income baru, kalau skill-nya banyak ya mungkin tidak lama ya. Jadi intinya kalau dia merasa banyak skill satu dua bulan dana cadangan cukup, tapi kalau dia malas-malasan, 9 bulan, Secara average 3-6 bulan," ujar Safir melalui video conference, Kamis (14/5).

Gunakan bonus akhir tahun untuk investasi. Foto: Unsplash

Jika dana cadangan yang Anda miliki saat ini tidak cukup, ia menyarankan agar menjual atau menggadaikan barang yang bisa dialihkan jadi dana darurat. Bisa juga dengan mencoba mencari penghasilan tambahan.

Pertahankan Uang Tunai Selama Mungkin

Adapun jurus kedua, kata Safir, yakni dengan mempertahankan uang tunai yang saat ini anda miliki selama mungkin. Ia menyarankan agar menghindari belanja-belanja yang tidak perlu.

"Ada dua hal yang bisa dilakukan, setop pengeluaran yang enggak urgent. Kemudian kedua cari barang pengganti, misal saya senang martabak tapi saya cari substitusinya dari roti tawar dan keju," jelasnya.

Prioritaskan Pengeluaran ke Hal Penting dan Mendesak

Terkait jurus ketiga ini, ia memberi tips agar Anda mulai melakukan penomoran terhadap aspek apa yang paling dianggap penting di tengah pandemi. Sebab, kata Safir, orang cenderung mengeluarkan uang dengan mempertimbangkan nilai dan karakter.

"Nilai itu biasanya skor, maka susun aspek apa yang paling anda anggap penting dalam hidup anda. Kemudian karakter, misal senang pamer, kita akan beli barang yang tujuannya untuk dipamerkan saja kalau saat ini ganti apa yang mendesak pertama, yakni bahan makanan," ujarnya.

Turunkan Risiko Investasi

Hal selanjutnya yang mesti diperhatikan, yakni menurunkan risiko investasi. Anda harus jeli melihat kondisi produk investasi yang tidak memungkinankan lantaran risikonya besar.

"Risiko investasi ini harus lebih dihitung, terutama kalau investasi Anda cuma satu," pungkasnya.