4 Transformasi Digital yang Bisa Dilakukan UMKM Indonesia
·waktu baca 5 menit

Di era digitalisasi ini, sudah tak terelakkan lagi bagi pelaku bisnis untuk melakukan transformasi digital. Pandemi pun membuat banyak pelaku bisnis mau tak mau mengandalkan teknologi untuk tetap bisa bertahan.
Kini, tanpa digitalisasi atau transformasi digital, satu bisnis perlu energi lebih untuk bersaing dengan kompetitor. Bahkan, aksesibilitas jadi poin tersendiri bagi pelanggan untuk memberikan nilai lebih.
Ini membuat banyak pelaku usaha yang perlahan menggeser bisnisnya menuju arah digital. Namun, tak semua berpikir demikian. Ada saja pelaku usaha yang mengira bahwa digitalisasi hanya bisa dilakukan untuk bisnis ‘skala besar’.
Padahal, UMKM sekalipun butuh melakukannya agar kegiatan bisnis lebih produktif dan efisien. Lalu, langkah apa yang perlu dilakukan? Yuk simak di bawah ini!
4 Transformasi Digital UMKM
Menggunakan aplikasi pembukuan
Meski menggunakan jasa akuntan, jika proses pembukuan dilakukan secara manual, kesalahan input bisa saja terjadi. Salah satu transformasi digital dalam sebuah bisnis perlu dimulai dari sistem pembukuan.
Kini ada banyak layanan yang menawarkan kemudahan dalam pembukuan bisnis. Akurasi data jadi keunggulan utama dari transformasi di bidang ini. Digitalisasi membuat data-data bisnis jadi semakin "canggih” karena akan terintegrasi dengan baik.
Dengan integrasi ini, data dari satu divisi/bagian secara otomatis muncul dan mudah diakses divisi/bagian lain dalam bisnis Anda. Kemungkinan adanya human error seperti kesalahan input pun sangat minim terjadi.
Tak hanya itu, transformasi dalam urusan pembukuan membuat pelaku bisnis dengan mudah bisa melacak data laba atau rugi, membuat hingga mengirim faktur, melihat riwayat transaksi dan laporan penagihan, melihat follow up pembayaran, bahkan hingga memudahkan pengelolaan pajak.
Memanfaatkan digital marketing
Kehadiran digital marketing membawa kemudahan bagi pelaku bisnis untuk mengembangkan usahanya. Di masa COVID-19, terutama, strategi bisnis dengan menggunakan digital marketing yang baik memungkinkan para UMKM menyasar pasar yang lebih besar.
Pemanfaatannya bahkan bisa meningkatkan penjualan dengan biaya promosi yang lebih minim dibandingkan dengan cara konvensional seperti penggunaan baliho, brosur, atau iklan di radio dan televisi.
Platform yang paling banyak digunakan untuk melakukan penawaran adalah website, blog, atau media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan banyak lagi.
Penggunaan marketing tools kini dilengkapi dengan kemudahan pengecekan traffic, engagement (lewat klik, comments, replies, atau participants) dari berbagai platform. Dengan begitu Anda bisa membaca minat dan ketertarikan pasar melalui satu unggahan.
Gunakan software management stock
Mencatat, mengontrol, dan mengelola stok barang dalam gudang bukan merupakan hal yang mudah jika Anda hanya mengandalkan cara konvensional dan penghitungan manual. Tak hanya sulit, cara ini bisa membuang waktu dan punya peluang kesalahan penghitungan yang cukup besar.
Kini, manajemen stok sangat terbantu dengan adanya sistem inventory software. Pasalnya teknologi ini jadi salah satu solusi cepat dan otomatis untuk melakukan pengecekan stok. Dengan begitu, para pelaku usaha bisa melihat dan mengecek barang masuk dan keluar, atau perpindahannya dari satu gudang ke gudang lain.
Ada banyak keuntungan yang didapat selain masalah efisiensi waktu, inventory software bisa menghindari pelaku usaha dari penumpukan barang yang berakhir kedaluwarsa hingga menghindari dead stock (barang ketinggalan zaman).
Bangun website dan e-commerce
Langkah lanjutan yang paling tepat untuk melakukan transformasi digital adalah membangun website dan e-commerce. Berbeda dengan digital marketing yang menargetkan pengenalan produk, poin ini menekankan pada hasil penjualan.
Setelah mendapat informasi melalui iklan di media sosial, umumnya masyarakat akan mencari cara untuk membeli produk yang diiklankan. Jika akses untuk membeli mudah, maka masyarakat akan dengan cepat melakukannya. Sedangkan, akses yang terlampau sulit membuat seseorang “kabur” dan memilih mencari produk pengganti.
Karenanya, website dan e-commerce hadir sebagai solusi digitalisasi. Di sini para penjual bisa dengan mudah memajang produk untuk dibeli masyarakat. Akses yang mudah, beragamnya pilihan pembayaran, kemudahan pengiriman jadi keunggulan tersendiri. Selain itu, dengan membangun e-commerce dan website, pelaku bisnis juga bisa membangun brand awareness.
Meski sudah ‘go digital’, banyak bisnis masih menggunakan database yang berbeda di setiap divisinya. Padahal, cara ini memiliki risiko adanya ketidaksesuaian pada sistem dan meningkatkan kemungkinan human error.
Untuk meminimalkan adanya kesalahan dan meningkatkan efisiensi bisnis, Anda bisa memanfaatkan software Enterprise Resourcing Planning (ERP) seperti Odoo.
Odoo menawarkan rangkaian software yang dapat digunakan secara fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis UMKM dari segala jenis dan ukuran. Dengan menggunakan Odoo, bisnis Anda bisa melakukan pembukuan, manajemen inventaris, hingga membangun website maupun e-commerce dengan lebih mudah hanya dengan menggunakan satu software.
Odoo bisa jadi all-in-one ERP provider yang mudah diakses para pelaku bisnis, juga UMKM, dengan ribuan fitur dan fungsi yang terintegrasi satu sama lain. Tiga keunggulan utama Odoo yaitu, fleksibel, customizable, dan affordable. Odoo menyediakan fitur seperti CRM, website dan e-commerce, penjualan dan faktur, inventaris, akuntansi, hingga manufaktur.
Karena sifatnya yang fleksibel, Odoo bisa digunakan berbagai industri/bisnis model apa pun. Dari pilihan metode implementasi, opsi hosting yang beragam dan pilihan aplikasi yang begitu banyak, Odoo menawarkan limitless option yang bisa memenuhi preferensi perusahan apa pun.
Odoo juga bisa memenuhi banyak kebutuhan bisnis karena sangat customizable. Jika ada kebutuhan tambahan di luar basic function yang ditawarkan, Odoo bisa disesuaikan fungsinya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Menariknya lagi, semua keunggulan ini bisa dinikmati pengguna, bahkan UMKM, karena harganya yang affordable.
Sudah ada lebih 16.000 aplikasi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan bisnis Anda, mulai dari Customer Relationship Management (CRM), Sales Management, Purchase Management, Inventory, Accounting, Finance, Human Resource Management, Project Management, Event, dan lain-lain.
Sebagai software berbasis SaaS yang user-friendly, Odoo bisa menjadi alternatif digitalisasi yang affordable, aksesibel, dan memberikan solusi modular, terutama bagi para pelaku UMKM.
Saat ini sudah ada lebih dari 7 juta pengguna serta 4.500 mitra resmi, dan telah hadir di 175 negara di seluruh dunia yang bekerja sama dengan Odoo. Salah satunya yang menjadi klien Odoo dari Indonesia adalah Fore Coffee dan Abuba Steak.
Tak hanya perusahaan nasional, bahkan Odoo juga berpengalaman menangani perusahaan besar di dunia seperti Danone, Hyundai, Shell, World Health Organization, dan banyak lagi.
Anda bisa melihat berbagai fitur unggulan yang ditawarkan Odoo dengan klik di sini. Jangan lupa pula kunjungi website www.odoo.com untuk informasi lengkap seputar software ERP ini!
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Odoo
