6 Bank Terancam Tak Bisa Salurkan Kredit Rumah Subsidi di 2020

Lembaga Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (LPDPP) mempercayakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR Bersubsidi pada tahun ini disalurkan oleh 39 bank.
Menurut Direktur Utama LPDPP, Arief Sabaruddin, berdasarkan hasil evaluasi triwulan III 2019, hanya sekitar 16 bank saja yang aman untuk kembali menyalurkan KPR FLPP di 2020. Sebab penyaluran tahun ini sesuai target.
"Kemarin itu kita sudah evaluasi, minimal 16 bank nilainya baik, aman. Yang lain masih proses evaluasi," paparnya kepada kumparan, Sabtu (23/11).
Adapun dalam menjalankan program KPR FLPP, LPDPP yang merupakan badan di bawah Kementerian PUPR ini menunjuk bank sebagai penyalur beserta kuota yang harus disalurkan. Jika kinerja buruk, bank itu tak dapat lagi menyalurkan KPR FLPP.
Berdasarkan evaluasi, menurut Arief, sekitar 6 bank yang berpotensi tidak bisa salurkan KPR FLPP pada tahun depan lantaran kinerja penyalurannya buruk. Nantinya pemangkasan bank penyalur dilakukan pada awal 2020.
"Sekitar 6 bank yang enggak bagus. Kita masih evaluasi karena mereka masih punya waktu sampai Desember 2019," kata Arief.
Meski demikian, dia mengaku masih memaklumi ketika terdapat bank yang penyaluran KPR FLPP-nya masih rendah. Sebab yang berkinerja buruk biasanya bank yang baru menyalurkan KPR FLPP. Nantinya bank yang diputuskan untuk tidak lagi menyalurkan akan dibina oleh LPDPP.
"Yang jelek ya berhenti saja dulu, masuk dulu karantina. Kita bina dulu karena mereka pemain baru juga. Kalau banyak bank terlibat dan ke depan semua bank bagus, nanti FLPP jadi lebih baik penyerapannya. Masyarakat bisa punya banyak pilihan," ujarnya.
Berdasarkan catatan LPDPP, Bank BTN menjadi penyalur terbanyak pada tahun ini sebanyak 28.720 unit, disusul Asosiasi 33 Bank BPD sebanyak 14.259, BNI sebanyak 8.851 unit, BRI Syariah sebanyak 7.657 unit dan Bank Artha Graha sebanyak 4.419 unit.
