Kumparan Logo

97 Tahun Jejak Asing di Blok Rokan, Kini Dikembalikan Jokowi ke Ibu Pertiwi

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo saat meninjau kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur, Sabtu (21/12). Foto: Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo saat meninjau kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur, Sabtu (21/12). Foto: Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Cerita Blok Rokan adalah cerita soal kekayaan sumber daya alam Indonesia. Sayangnya selama hampir seabad, kisah Blok Rokan dipenuhi jejak asing. Bahkan dimulai sejak penemuan cadangan minyaknya di 1920-an.

Mulai Senin (9/8), Blok Rokan resmi kembali ke Ibu Pertiwi setelah alih kelola dari PT Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina Hulu Rokan. Pengelolaan sumber daya alam oleh bangsa sendiri, jadi salah satu obsesi Presiden Jokowi.

kumparan post embed

"Blok Migas Mahakam, Blok Migas Sanga-Sanga, Blok Migas Rokan, dan mayoritas saham Freeport kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat," kata Jokowi dalam pidato di Sidang Tahunan DPD RI, Jakarta, Kamis (16/7/2018).

Blok Rokan memiliki luas wilayah 6.220 km persegi. Hingga saat ini, produksi minyaknya masih melimpah di kisaran 162.000 barel per hari (bph) atau terbesar kedua setelah Blok Cepu di Bojonegoro, Jawa Timur.

Di puncak kejayaannya saat masih dikelola CPI, Blok Rokan pernah memproduksi hampir 1 juta barel per hari pada 1973. Sedangkan rata-rata kontribusi produksi Blok Rokan selama 70 tahun terakhir sekitar 46 persen dari produk minyak bumi nasional.

Lapangan migas Blok Rokan akan dialihkan pengelolaannya dari PT Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina (Persero). Foto: Dok. PT CPI

Cerita-cerita emas itu, sayangnya berlangsung saat Blok Rokan dikelola perusahaan asing asal AS. Presiden Direktur PT Chevron Pacific Indonesia, Albert Simanjuntak, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pemerintah dalam mengelola Blok Rokan selama 97 tahun.

"Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan baik operasional maupun kegiatan yang mendukung masyarakat selama hampir satu abad," kata Albert di acara alih kelola Blok Rokan, Minggu (8/8) malam.

kumparan post embed

Jejak asing di Blok Rokan, bahkan sudah bermula dari proses survei dan eksplorasinya. Sehingga butuh waktu hampir seabad, untuk mengembalikan ladang minyak raksasa, agar dikelola sendiri oleh Indonesia.

Berdasarkan catatan sejarah, Chevron telah ada di Indonesia yang diawali kedatangan empat ahli geologi dari Standard Oil Company of California (Socal) pada 1924. Pada 1930-an, Socal bekerja sama dengan Texaco yang akhirnya membentuk Caltex, menjadi cikal bakal perusahaan Chevron Pasific Indonesia.

Kegiatan pencarian migas yang dilakukan sejak era Kolonial Belanda tersebut baru memberikan hasil usai penemuan lapangan Duri pada 1941, lalu disusul penemuan lapangan Minas pada 1944. Kedua lapangan tersebut, merupakan yang terbesar dengan kualitas minyak terbaik dari total 115 lapangan produksi di Blok Rokan.