kumparan
5 Juni 2018 20:03

Ada Aturan HET, HOKI Hanya Bidik Penjualan Beras Tumbuh 15% di 2018

Beras Hoki
Beras Hoki produksi PT Buyung Poetra Sembada. (Foto: Dok. topikoki.com)
Keputusan pemerintah untuk menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas beras premium tampaknya mempengaruhi penjualan emiten produsen beras. Salah satu yang terkena imbas dari aturan tersebut yaitu PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI).
ADVERTISEMENT
Direktur Utama HOKI Sukarto Bujung mengatakan, adanya penetapan HET beras yang berlaku sejak September 2017 membuat perusahaan tak berani mematok target penjualan yang lebih tinggi dibandingkan target penjualan tahun lalu. Hingga akhir 2018, perusahaan menargetkan penjualan beras sebesar Rp 1,4 triliun.
"Tahun lalu di atas itu Rp 1,2 triliun. Kan kita kena HET. Untuk penjualan 2018 meningkat 10-15% dari tahun lalu," kata Bujung saat ditemui di Gedung BEI, Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (5/6).
Bujung mengaku, sebelum ditetapkannya HET untuk jenis beras premium yang dipatok Rp 12.800/kg, perusahaan berkode emiten HOKI ini menjual harga beras premium sekitar Rp 16.000/kg. Untuk mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah, Bujung mengaku, pihaknya mulai melakukan efisiensi dengan memangkas dana yang biasa digunakan untuk promosi.
ADVERTISEMENT
RUPST PT Buyung Poetra Sembada
RUPST PT Buyung Poetra Sembada (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)
"Apapun kebijakan yang sudah dikeluarkan kita sebagai perseroan yang baik akan mengikuti aturan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Tahun ini, kata Bujung, perusahaan juga tengah fokus meningkatkan kapasitas produksi beras yang ada di Subang, Jawa Barat menjadi 50 ton/jam. Saat ini perusahaan dengan merek dagang beras 'Topi Koki' telah memproduksi beras dengan kapasitas 35 ton/jam.
"Nah 2018 agak turun (target penjualan) karena pengaruh HET. Jadi kita naikin volume. Jadi nambah 50 ton/jam," jelasnya.
Di sepanjang kuartal 2018, HOKI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 26,61 miliar atau tumbuh sebesar 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, perusahaan juga mencatatkan pendapatan sebesar Rp 380 miliar, naik 9% dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 348 miliar.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan