Ada PPKM Mikro, BI Masih Pede Kredit Tumbuh hingga 7 Persen di 2021
·waktu baca 1 menit

Bank Indonesia (BI) masih optimistis penyaluran kredit tahun ini akan tumbuh positif di kisaran 5-7 persen. Proyeksi tersebut juga tidak direvisi meski pemerintah akan menerapkan kebijakan PPKM Darurat mulai besok, 3-20 Juli 2021.
“So far kita belum revisi. Kita masih perkiraan kita untuk proyeksi pertumbuhan kredit tahun ini masih 5-7 persen,” ujar Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Juda Agung dalam Taklimat Media Perkembangan Intermediasi Suku Bunga Kredit, Jumat (2/7).
Kebijakan PPKM Darurat ini diberlakukan pemerintah demi memutus rantai penularan COVID-19 yang kini kasusnya masih meningkat. Namun di sisi lain kebijakan ini juga mengancam pemulihan yang sedianya sudah mulai terlihat di sektor ekonomi.
Namun Juda mengatakan, dengan adanya PPKM Darurat ini BI berharap laju kasus COVID-19 dapat ditekan. Sehingga pengetatan selama dua pekan ini nantinya bukan memperburuk kondisi ekonomi, namun justru sebagai pemantik agar kredit tumbuh lebih cepat lagi.
“Mudah-mudahan PPKM ini akan mengurangi atau menurunkan penyebaran COVID-19 sehingga kembali recover. Sehingga kami belum melakukan penyesuaian masih di 5-7 persen,” ujarnya.
Juda merinci hingga saat ini pertumbuhan kredit memang masih tercatat minus 1,28 persen. Namun jika dilihat secara lebih detail, Juda mengeklaim ada beberapa segmen yang kreditnya sudah mulai membaik. Terutama segmen rumah tangga dan UMKM.
Adapun BI mencatat, kredit konsumsi saat ini tumbuh positif 1,39 persen sementara kredit UMKM tumbuh 1,7 persen. Sedangkan segmen yang masih berat yaitu kredit korporasi dan kredit komersial yang masih minus 3 persen.
“Jadi kalau kita lihat detail ada perbaikan-perbaikan terutama di segmen rumah tangga dan UMKM,” ujarnya.
