Ada Proyek Kilang, Target Investasi Migas Naik Jadi USD 17,59 Miliar

Kementerian ESDM menargetkan investasi di sektor minyak dan gas (migas) tahun ini USD 17,59 miliar atau naik 29 persen dari target tahun lalu USD 13,63 miliar. Meningkatnya target ini karena bakal banyak investasi di hilir migas.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, tahun ini investasi di hilir migas bakal mengalami kenaikan karena ada sejumlah proyek kilang yang membutuhkan biaya seperti kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban dan Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balongan dan Cilacap.
"Jadi porsi di hilir sangat mencolok dari tahun lalu USD 1,8 miliar menjadi USD 5,8 miliar tahun ini," kata dia dalam konferensi pers kinerja migas 2020, Senin (18/1).
Meski begitu, investasi di sektor hulu migas tetap menjadi yang paling besar porsinya. Dari tahun lalu USD 10 miliar, tahun diperkirakan menjadi USD 12,37 miliar atau bertambah USD 2,1 miliar.
Menurut Tutuka, investasi di hulu migas tahun ini tidak bertambah banyak terutama di sisi eksplorasi. Dia berharap sejumlah promosi yang dilakukan pemerintah bisa menarik lebih banyak investasi hulu migas, misalnya dengan promosi potensi 128 cekungan migas dan penerapan open data bagi investor.
"Juga skema usulan insentif untuk laut dalam dan daerah remote, serta kerja sama pemerintah dan badan usaha untuk kilang, penyederhanaan izin migas, harga gas yang murah dan pembangunan infrastruktur migas terintegrasi," ujar Tutuka.
Tahun lalu, realisasi investasi di sektor hulu migas hanya USD 12,09 miliar. Capaian ini lebih rendah dari target tahunan USD 13,63 miliar akibat industri migas diterpa wabah corona.
