Kumparan Logo

AdaKami Buka Suara soal Dugaan Peminjam Bunuh Diri

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
45
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pinjaman online AdaKami. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pinjaman online AdaKami. Foto: Dok. Istimewa

PT Pembiayaan Digital Indonesia atau AdaKami buka suara soal dugaan ada peminjam di AdaKami bunuh diri. Perusahaan P2P lending atau pinjol tersebut membantah nomor Desk Collection (DC) yang tercantum pada unggahan akun twitter @rakyatvspinjol terdaftar dalam sistem perusahaan.

DC adalah proses penagihan yang dilakukan melalui komunikasi, seperti SMS, WhatsApp, surat elektronik, telepon, dan sarana komunikasi lainnya.

Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan data dan informasi yang relevan, serta melakukan verifikasi terhadap nomor DC pada unggahan tersebut.

“Saat ini, hasil penyelidikan kami menunjukkan bahwa nomor tersebut tidak terdaftar dalam sistem AdaKami. Kami berkomitmen akan terus mencari data dan informasi yang tambahan yang akurat guna membantu kami dalam melacak kejadian tersebut,” kata Jonathan dalam keterangan resmi yang diterima kumparan, Rabu (20/9).

Sebagai platform Peer to Peer Lending (P2P) yang sah dan memiliki izin operasi dari OJK, AdaKami memastikan tunduk dan mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku di Indonesia. Perusahaan tegas menolak segala bentuk kekerasan dan praktik penagihan yang melanggar aturan dan tidak beretika.

“Kami menegaskan bahwa pengiriman pesanan fiktif melalui jasa ojek online bukanlah bagian dari prosedur perusahaan kami dan tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan layanan AdaKami,” tutur Jonathan.

AdaKami mengajak masyarakat, terutama para nasabah AdaKami, untuk aktif dalam mengumpulkan bukti-bukti yang lengkap dan melaporkan tindakan penagihan yang dianggap melanggar norma-norma etika kesopanan.

“Kami akan terus memberikan informasi yang akurat mengenai investigasi ini. Kami juga berkomitmen untuk mengambil tindakan tegas jika ditemukan bentuk kekerasan atau pelanggaran seperti yang dilaporkan dalam media sosial dalam beberapa hari terakhir,” ujar Jonathan.

OJK Panggil Pinjol AdaKami Imbas Viral Dugaan Peminjam Bunuh Diri

Ilustrasi gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Foto: Anggi Dwiky Darmawan/kumparan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil AdaKami imbas dugaan korban bunuh diri pada Mei 2023 karena tidak mampu membayar dan diteror debt collector.

Deputi Komisioner Perlindungan Konsumen OJK Sarjito menjelaskan, pihaknya sedang melakukan pendalaman dalam membuat penjelasan perkaranya. OJK meminta seluruh pihak untuk menunggu proses pendalaman tersebut.

“Sedang dilakukan pendalaman untuk membuat terang perkaranya dengan memanggil para pihak terkait. Tunggu aja prosesnya ya nanti aku kabari semuanya,” kata Sardjito kepada kumparan, Rabu (20/9).

Mengutip tweet @rakyatvspinjol, korban yang diduga bunuh diri mendapat teror dan cacian dari pihak AdaKami. Korbat juga dipecat dalam dalam pekerjaannya, korban berjenis kelamin laki-laki yang memiliki seorang anak balita perempuan berusia 3 tahun.

Saat korban sulit membayar tunggakan pinjol dan telat membayar, teror dari debt collector AdaKami berdatangan. Teror pertama menyebabkan korban dipecat dari kantornya. DC Adakami terus menerus menelepon ke kantor korban yang akhirnya mengganggu kinerja operator telepon.

“Setelah itu, teror order fiktif Gojek/Gofood pun berdatangan. Dalam 1 hari, ada 5-6 order fiktif yang datang ke rumahnya. Driver ojol kadang ada yang mengerti kalau itu order fiktif, namun ada juga yang ngotot disuruh bayar,” sambungnya.

Pihak keluarga mengangkat telepon yang terus menerus meneror K setelah K meninggal. Orang tersebut mengaku dari pihak Adakami. Teror debt collector masih terus berlanjut dan masih terus mengirimkan order fiktif Gofood ke rumah korban, meskipun korban sudah meninggal dunia.

"Kasus ini pernah sampai di tangan kepolisian, polisi lah yang menemukan surat terakhir yang ditulis oleh K. Di dalamnya K menulis dengan sangat jelas bahwa 'AdaKami telah merusak hidupnya'," lanjutnya. kumparan juga meminta penjelasan kepada pihak AdaKami namun hingga saat ini belum ada respons dari pihak terkait.

***

Anda bisa mencari bantuan jika mengetahui ada sahabat atau kerabat, termasuk diri Anda sendiri, yang memiliki kecenderungan bunuh diri.

Informasi terkait depresi dan isu kesehatan mental bisa diperoleh dengan menghubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat, atau mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan seperti LSM Jangan Bunuh Diri via email janganbunuhdiri@yahoo.com dan saluran telepon (021) 9696 9293, dan Yayasan Pulih di (021) 78842580.

instagram embed