Agung Podomoro (APLN) Jual Aset Mal hingga Hotel per 2024, Raih Rp 14 T

25 Februari 2025 13:17 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mal Central Park, Jakarta. Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Mal Central Park, Jakarta. Foto: Wikimedia Commons
ADVERTISEMENT
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengumumkan telah menjual tujuh aset berupa mal, hotel, dan tanah selama periode 2017-2024. Adapun total nilai yang diraih sebesar Rp 14 triliun.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) Bacelius Ruru menyampaikan, penjualan aset tersebut merupakan strategi bisnis perseroan sebagai pengembang properti. Penjualan aset disebutkan mampu memperkuat fundamental bisnis dengan membangun dan mengembangkan proyek-proyek properti baru yang nilainya juga terus meningkat.
"Ketika value-nya terus meningkat, kami bisa optimalkan aset tersebut dengan melakukan penjualan yang hasilnya digunakan kembali sebagai modal membangun dan mengembangkan aset-aset baru. Strategi ini terbukti sangat optimal, terbukti fundamental APLN saat ini sangat solid dan perusahaan mampu menciptakan pertumbuhan bisnis secara berkesinambungan," jelas Bacelius dalam keterbukaan informasi, Selasa (25/2).
Selama periode 2017-2024, beberapa aset yang telah dijual oleh APLN di antaranya adalah Hotel Pullman Central Park, Mall Central Park, Neo Soho, dan terakhir tahun lalu Hotel Pullman di Vimala Hills Resort Ciawi Bogor. Dari aset yang telah dijual tersebut, APLN masih memiliki sebagian saham di Central Park Mall dan tetap menjadi pengelolanya.
ADVERTISEMENT
Namun demikian, Bacelius mengatakan perseroan juga melakukan ekspansi bisnis selama periode tersebut dengan membangun Podomoro Park di Bandung, Parkland Podomoro di Karawang, Bukit Podomoro Jakarta di Jakarta Timur, Hotel Pullman di Bandung, Podomoro Golf View di Bogor, dan Podomoro City Deli Medan.
APLN juga membiayai pengembangan proyek-proyek eksisting, seperti Vimala Resort di Ciawi, Borneo Bay di Balikpapan, dan hotel baru di Bali. Bacelius mengatakan, saat ini APLN juga telah menyiapkan rencana untuk membangun hotel baru di Bali.
"Dengan membangun dan mengembangkan proyek-proyek properti kami juga membantu membuka ribuan lapangan kerja baru dan ikut menggerakkan industri properti yang memiliki rantai bisnis panjang ini," jelasnya.
Selain membangun proyek-proyek baru, lewat penjualan aset APLN berhasil memangkas utang dalam jumlah besar. Total utang yang berhasil dipangkas sekitar Rp 4 triliun, termasuk di antaranya melunasi seluruh pinjaman dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Sehingga perusahaan terbebas dari risiko nilai tukar dolar AS.
ADVERTISEMENT
Perbandingan antara utang dengan ekuitas (gearing ratio) perseroan di 2024 sebesar 0,5 persen, menurun dibandingkan tahun 2017 sekitar 0,8 persen. Pada saat yang sama, ekuitas atau modal APLN naik dari Rp 11,49 triliun di 2017 menjadi Rp 13,23 triliun pada kuartal III 2024.
Bacelius mengatakan, dengan banyaknya proyek baru yang dibangun lewat dana hasil penjualan aset, APLN mampu menjaga pertumbuhan penjualan properti lainnya. Sebagai contoh, marketing sales untuk berbagai jenis properti seperti rumah tapak, apartemen serta area bisnis di tahun 2024 lalu mencapai Rp 1,9 triliun. Pencapaian tersebut naik sekitar 60 persen dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp 1,2 triliun.
“Penjualan aset ini terbukti menguntungkan dengan menekankan bahwa aksi korporasi bentuk realization of capital appreciation, di mana aset yang telah berkembang (mature) dijual untuk merealisasikan keuntungan dari kenaikan nilainya (unlocking value of capital appreciation) serta mengoptimalkan nilai aset (monetizing the assets),” jelas dia.
ADVERTISEMENT