Airlangga soal Harga Masker Melambung: Pedagang Jangan Ambil Kesempatan

Kasus virus corona pertama di Indonesia membuat masyarakat memburu masker di apotek-apotek. Ramainya warga yang memburu masker membuat harganya membumbung cukup tinggi. Harga yang ditawarkan pedagang untuk satu boks berkisar antara Rp 180.000 hingga Rp 1,1 juta.
Terkait harga masker yang meroket, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengimbau para pedagang masker agar tidak memanfaatkan kepanikan masyarakat untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.
"Masker sebenarnya ini kan namanya ada opportunity, jadi kepada pedagang-pedagang masker jangan terlalu berlebihan. Kita mengimbau kepada para pedagang ini jangan mengambil kesempatan," kata Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3).
Airlangga pun membuka kemungkinan adanya pembatasan jumlah pembelian masker untuk mencegah kelangkaan. Pemerintah akan membuat regulasi apabila situasinya tak terkendali.
"Di supermarket bisa pembatasan jumlah. Ya nanti kita lihat apa diperlukan suatu regulasi," ujarnya.
Pemerintah menjamin bahan pokok dan obat-obatan tersedia dalam jumlah cukup. Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian panik.
"Bapak Presiden tadi menyampaikan tidak perlu ada kepanikan karena terkait dengan ketersedian sembako, obat-obatan dan yang lain, pemerintah sudah menyiapkan semua. Jadi kita tidak perlu membeli dengan jumlah yang banyak dan juga posisinya cukup tersedia, cukup aman sehingga perlu dibeli secukupnya saja. Kemudian yang selanjutnya tentu kita harus melihat ini secara proporsional dan pemerintah selalu menjaga kestabilan daripada distribusi barang," tegasnya.
