Amman Mineral Targetkan Smelter yang Rusak Beroperasi Semester I 2026
·waktu baca 3 menit

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menargetkan fasilitas smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang mengalami kondisi kahar, bisa beroperasi mulai semester I 2026.
Presiden Direktur Amman Mineral, Arief Sidarto, mengatakan smelter perusahaan mengalami penghentian operasi sementara pada Juli dan Agustus 2025 karena perbaikan pada Flash Converting Furnace dan Pabrik Asam Sulfat.
Arief menjelaskan selama proses perbaikan berlangsung, perusahaan mengupayakan operasi parsial secara hati-hati untuk meningkatkan produksi tanpa mengorbankan keselamatan, dan fokus pada perbaikan komponen-komponen utama yang kompleks dan komprehensif.
"Mengingat skala dan kerumitan pekerjaan tersebut, proses ini diperkirakan akan berlanjut hingga paruh pertama tahun 2026," ungkap Arief dalam keterangan tertulis, Kamis (30/10).
Terlepas dari tantangan tersebut, Arief mengatakan fasilitas pengolahan emas atau Precious Metal Refinery (PMR) mencapai tonggak penting dengan produksi emas murni pertama pada Juli 2025.
Smelter tersebut memiliki total kapasitas input tahunan tembaga dan PMR sebesar 900.000 metrik ton konsentrat, yang dipasok dari tambang Batu Hijau dan tambang Elang di masa depan.
Smelter tersebut akan menghasilkan katoda tembaga hingga 220.000 ton per tahun dan asam sulfat hingga 830.000 ton per tahun, sementara fasilitas PMR akan mengolah sekitar 970 ton lumpur anoda per tahun dari smelter, menghasilkan 579 kilo ons emas murni, 1,8 juta ons perak murni, dan 77 ton selenium.
Arief menjelaskan, untuk tahun 2026, operasi penambangan Amman Mineral diperkirakan akan menghasilkan 900.000 metrik tok kering konsentrat, yang mengandung 485 juta pon (setara dengan 220.000 ton) tembaga dan 579.000 ons emas.
"Kami memperkirakan sekitar 500.000 metrik ton kering konsentrat akan diproduksi dari pabrik konsentrator yang sudah beroperasi, sementara sisanya sebesar 400.000 metrik ton kering akan berasal dari pabrik konsentrator yang baru, tergantung pada kemajuan proses komisioningnya yang memiliki risiko kinerja di bawah rencana," jelas Arief.
Perbaikan smelter diperkirakan akan selesai pada semester I 2026, dengan proses ramp-up yang dilakukan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Dengan begitu, perusahaan belum bisa memprediksi target produksi baik katoda tembaga maupun emas.
"Pada tahap ini, kami belum dapat memberikan panduan produksi tahun 2026 untuk katoda tembaga dan emas murni, karena kami terus fokus untuk mencapai kinerja smelter yang stabil," kata Arief.
Pada kuartal III 2025, produksi katoda tembaga dimulai pada akhir Maret 2025 dengan total 41.052 ton atau setara 91 juta pon hingga September 2025. Produksi emas murni dari PMR dimulai pada pertengahan Juli 2025 dengan hasil 44.792 ons selama kuartal III 2025.
Di sisi lain, Arief juga menyebutkan perusahaan tengah dalam proses mengajukan relaksasi izin ekspor konsentrat tembaga hingga smelter tersebut rampung diperbaiki.
Hal ini seiring dengan mulai 2025, perusahaan hanya diizinkan menjual produk logam jadi seperti katoda tembaga dan emas murni, tidak lagi dalam bentuk konsentrat seperti tahun 2024. Transisi ini menyebabkan penurunan penjualan bersih menjadi USD 545 juta hingga September 2025.
Penjualan katoda tembaga menyumbang USD 389 juta, penjualan emas murni USD 155 juta, dan sisanya USD 1 juta berasal dari penyesuaian harga dan volume penjualan 2024.
"Amman sedang dalam proses pengajuan izin ekspor konsentrat, yang diperkirakan akan diperoleh pada kuartal IV 2025, dengan masa berlaku selama enam bulan," ungkap Arief.
Selama kuartal III 2025, produksi konsentrat Amman tercatat 310.143 metrik ton kering, turun 51 persen (yoy). Produksi tembaga dan emas masing-masing mencapai 145 juta pon dan 75.621 ons, turun 57 persen dan 89 persen (yoy).
Perusahaan mencatat volume material yang ditambang selama sembilan bulan 2025 turun 6 persen secara tahunan (year on year). Arief menjelaskan, penurunan ini wajar karena volume tambang 2024 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah operasi Batu Hijau.
