Bisnis
·
22 September 2020 8:13

Anak Pendiri Astra Gelontorkan Rp 62 Miliar Borong Saham Saratoga, Buat Apa?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Anak Pendiri Astra Gelontorkan Rp 62 Miliar Borong Saham Saratoga, Buat Apa? (16042)
Edwin Soeryadjaya dan Mari Pangestu Foto: Beawiharta/REUTERS
Pengusaha nasional Edwin Soeryadjaya menggelontorkan dana Rp 62,17 miliar untuk memborong 18.285.500 saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Di perusahaan investasi itu, Edwin sebelumnya sudah menjadi pemegang saham mayoritas, disusul kongsi bisnisnya Sandiaga Uno.
ADVERTISEMENT
Edwin yang merupakan anak pendiri Astra International, William Soeryadjaya, melakukan pembelian saham Saratoga dalam dua kali transaksi dalam sepekan. Yakni pada 15 September 2020 sebanyak 11.712.000 saham dan pada 21 September 2020 sebanyak 6.573.500 saham.
"Tujuan transaksi secara langsung adalah untuk investasi,” tulis manajemen Saratoga dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (21/9).
Dengan pembelian saham tambahan tersebut, kini Edwin Soeryadjaya menguasai sebanyak 897.114.018 atau setara 33,10 persen, naik dari sebelumnya sebanyak 32,43 persen. Pemegang saham lain di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk adalah Sandiaga Uno dan PT Unitras Pertama.
Anak Pendiri Astra Gelontorkan Rp 62 Miliar Borong Saham Saratoga, Buat Apa? (16043)
Ilustrasi Saratoga Investama Sedaya Foto: kumparan
Di perusahaan Saratoga, Edwin juga menjabat sebagai Presiden Komisaris. Sedangkan posisi Presiden Direktur ditempati Michael P. William Soeryadjaya yang tak lain adalah anak Edwin Soeryadjaya. Sandiaga sendiri menempatkan kakaknya, Indra Cahya Uno, sebagai komisaris di Saratoga.
ADVERTISEMENT
Investasi perusahaan ini, banyak dilakukan di perusahaan-perusahaan terkait manufaktur yang juga melantai di bursa saham. Seperti PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) yang bergerak di bidang distribusi dan penjualan mobil serta sepeda motor. Lalu di perusahaan energi dan pertambangan, PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan pengelola tower seluler yakni PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
Dari investasi di utama di perusahaan-perusahaan tersebut, pada 2019 lalu Saratoga meraup pendapatan dividen Rp 1,99 triliun. Ini merupakan yang terbesar, sejak Saratoga melantai di bursa saham pada 2013 silam. Pendapatan dividen pada 2019 itu melonjak 122 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 900 miliar.