Kumparan Logo

Anak Usaha ABM Investama Patok Produksi Batu Bara 10 Juta Ton di 2018

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses dumping tambang batubara. (Foto: Sigid Kurniawan/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Proses dumping tambang batubara. (Foto: Sigid Kurniawan/Antara)

Anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Reswara Minergi Hartama, mematok produksi batu bara pada tahun ini sebanyak 10 juta ton. Total produksi ini berasal dari dua anak usaha mereka yang berada di Kalimantan Selatan dan Aceh.

Direktur Utama Reswara, Yofie Priadi, merinci target produksi batu bara tahun ini diambil dari PT Tunas Inti Abadi yang berada di Desa Sebamban, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan sebesar 4,7 juta ton. Sisanya, berasal dari PT Mifa Bersaudara di Aceh sebesar 5,3 juta ton.

“Target kami tahun ini 10 juta ton. Untuk TIA 4,7 juta ton. Sisanya dari Mifa,” kata dia saat ditemui di kantor TIA, Kalimantan Selatan, Rabu (26/9).

Kedua sumber tambang ini memiliki batu bara dengan kalori berbeda. Kalori Mifa lebih rendah dibanding TIA yang memiliki kadar 4.300 kkcal. Yofie mengatakan, produksi Mifa tahun depan akan ditingkatkan karena potensi cadangannya masih banyak sekitar 250 juta ton lagi.

Ilustrasi tambang batu bara (Foto: Sigid Kurniawan/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tambang batu bara (Foto: Sigid Kurniawan/Antara)

Sementara itu, Direktur TIA Dadik Kiswanto menuturkan, dari target produksi yang dipatok perusahaan, realisasi per September 2018 ini sudah mencapai 3,5 juta ton. Produksi perusahaan ke depannya diperkirakan akan terus turun karena proses alam.

TIA merupakan lahan tambang batu bara yang disewa perusahaan dengan status Izin Usaha Produksi (IUP) yang berada di atas lahan 3.085 hektare. Masa IUP TIA akan habis pada 2021 dan akan diperpanjang perusahaan di lahan yang sama.

“Kami sudah meminta perpanjangan IUP sampai 10 tahun ke depan atau 2031. Perpanjangan IUP tidak menambah lokasi, tapi di lokasi yang sama ini, 3.085 hektare,” jelas dia.