Anak Usaha Krakatau Steel Siap Bangun Kawasan Industri Batang

Anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC), menjajaki kerja sama untuk pembangunan Kawasan Industri Terpadu di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Penjajakan itu dilakukan dalam pertemuan manajemen KIEC dengan pengelola Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kamis (25/2).
Komitmen kerja sama kedua pihak, dituangkan dalam nota kesepakatan bersama dalam kajian untuk melihat peluang dan potensi yang bisa direalisasikan, dalam bentuk kerja sama usaha yang mendukung industri.
“KIEC sebagai salah satu pengelola kawasan industri terbesar di Indonesia sudah sepantasnya turut andil dalam pengelolaan kawasan program pemerintah di Batang, saya minta Pak Priyo Budianto selalu Dirut KIEC untuk siap berkolaborasi dan bersinergi dengan sesama perusahaan BUMN layaknya Kawasan Industri Wijaya Kusuma dan Kawasan Industri Terpadu Batang," kata Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Silmy Karim, dalam keterangan tertulis, Jumat (26/2).
Pertemuan antara KIEC dan KITB dihadiri oleh Direktur Pengembangan Usaha Krakatau Steel, Purnomo Widodo, Dirut KIEC Priyo Budianto selaku, dan Dirut PT Kawasan Industri Wijayakusuma selaku pengelola KITB, Rachmadi Nugroho.
Menanggapi permintaan Silmy Karim, Priyo Budianto mengungkapkan kesiapannya. Karena menurutnya, sebagai bagian dari BUMN, KIEC merupakan pengelola kawasan industri yang paling besar dan paling siap.
"KIEC memang ada rencana untuk ekspansi keluar dan kita sudah survei ke beberapa kawasan. Batang adalah salah satu potensi yang terbesar. Kerja sama ini juga selaras dengan percepatan program Jokowi di semua lini. Jadi ada baiknya memang sesama BUMN seperti KIW dan KIEC untuk sinergi," ujarnya.
Usai pertemuan, manajemen KIEC juga melakukan peninjauan area Kawasan Industri Terpadu Batang.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, turut memberikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya dengan pengalaman KIEC diharapkan pengelolaan kawasan industri di dua wilayah tersebut akan semakin baik ke depannya.
"Walaupun KIW sudah mulai dan KIEC belum masuk tapi harus masuk karena KIEC ini yang paling banyak pengalaman mengelola kawasan Industri," ujar Bahlil Lahadalia.
