Kumparan Logo

Anggaran BGN Dipangkas Rp 38 T, Kini Tersisa Rp 229 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Badan Gizi Nasional (BGN). Foto: nungky  soerya/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Badan Gizi Nasional (BGN). Foto: nungky soerya/Shutterstock

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Sudarto, mengungkapkan efisiensi anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) mencapai sekitar Rp 38 triliun. Hal itu tercermin dari penurunan pagu anggaran BGN 2026 dari semula Rp 268 triliun menjadi Rp 229 triliun.

“Artinya sudah sekitar 38 triliun sudah terjadi efisiensi,” kata Sudarto dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Jumat (9/10).

Efisiensi tersebut sejalan dengan reformasi yang dilakukan BGN dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penataan mencakup sejumlah aspek, mulai dari pemenuhan persyaratan sanitasi hingga penyesuaian penerima manfaat program menjadi lebih tepat sasaran.

Sudarto mengatakan Kementerian Keuangan mendukung langkah-langkah perbaikan yang terus dilakukan BGN. Menurut dia, efisiensi anggaran bukan satu-satunya tujuan, tetapi juga diikuti dengan upaya memastikan program MBG berjalan sesuai sasaran.

“Kita sangat-sangat mendukung langkah-langkah perbaikan yang dilakukan terus dari BGN dan tentunya fokusnya tentunya tidak sekadar efisiensi tapi lebih ke arah bagaimana program perbaikan yang sangat baik tersebut bisa mencapai target dan outcome yang diharapkan,” jelas Sudarto.

Kementerian Keuangan mencatat realisasi anggaran program MBG mencapai Rp 153,2 triliun hingga September 2026. Anggaran tersebut telah digunakan untuk mendukung penyaluran MBG kepada 57 juta penerima manfaat.