Kumparan Logo

Antisipasi Mudik, ASDP Siapkan 69 Kapal Beroperasi di Pelabuhan Merak

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah penumpang berdiri di atas kapal yang akan bersandar di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Senin (23/12/2024). Foto: Angga Budhiyanto/ ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah penumpang berdiri di atas kapal yang akan bersandar di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Senin (23/12/2024). Foto: Angga Budhiyanto/ ANTARA FOTO

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan 68 kapal yang siap beroperasi untuk melayani pemudik di Pelabuhan Merak, pelabuhan perbantuan Ciwandan, dan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mengatakan, sebagai langkah antisipatif, Pelabuhan Indah Kiat yang memiliki luas tampungan 93.426 meter persegi dengan kapasitas parkir mencapai 2.072 kendaraan kecil juga akan dioperasikan jika terjadi kepadatan di Pelabuhan Merak.

Selain itu, buffer zone di Jalan Lingkar Selatan (JLS) akan difungsikan sebagai kantong parkir tambahan jika Pelabuhan Ciwandan mencapai kapasitas maksimal.

Heru menyoroti Hari Raya Lebaran Idul fitri tahun ini yang berdekatan dengan Hari Nyepi, sehingga ASDP akan memastikan kesiapan operasional pelabuhan untuk kelancaran dan keamanan perjalanan para pemudik.

"Melihat pola pergerakan pemudik tahun sebelumnya, kami akan mengoptimalkan seluruh sumber daya di momen-momen kritis untuk memastikan kelancaran operasional," ujar Heru dalam keterangannya, Minggu (9/3).

Berdasarkan tren arus kendaraan dalam tiga tahun terakhir (2022–2024), puncak kepadatan di Pelabuhan Merak terjadi pada H-5 hingga H-1 Lebaran. Selain itu, mayoritas pemudik cenderung tiba di pelabuhan pada pukul 20.00–02.00 dan 05.00–11.00, yang berpotensi menimbulkan kepadatan signifikan.

Ilustrasi suasana penyeberangan penumpang PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Foto: Dok. PT ASDP Indonesia Ferry

Menurut dia, pola operasi akan disesuaikan dengan kondisi lapangan, mulai dari normal, padat, hingga sangat padat. Dalam kondisi padat, strategi bongkar tanpa muat akan diterapkan di pelabuhan tertentu guna meningkatkan frekuensi perjalanan kapal.

Heru juga mengaku telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan para Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) untuk menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas. Pengaturan khusus akan diterapkan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk untuk menghormati perayaan Nyepi.

"Pada Hari Raya Nyepi, layanan penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk akan dihentikan sementara sebagai bentuk penghormatan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau mengatur jadwal perjalanan dengan baik untuk menghindari kendala," tutur Heru.

Kakorlantas Polri, Brigjen Agus Suryonugroho, mengatakan Polri telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama arus mudik. Langkah ini mencakup jalur tol, jalan nasional, tempat wisata, pelabuhan, bandara, hingga stasiun.

"Operasi Ketupat 2025 diawali dengan survei dan pemetaan jalur-jalur utama, termasuk di kawasan penyeberangan. Kami akan merancang strategi terbaik untuk mengurai kepadatan dan memastikan perjalanan pemudik berjalan lancar," tutur Agus.

Strategi seperti contraflow dan one way akan diterapkan secara situasional, utamanya pada puncak arus mudik di H-2 dan H-3 Lebaran.

Skenario khusus juga telah disiapkan untuk lintasan utama seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, termasuk penerapan buffer zone dan sistem penundaan (delayed system) jika terjadi kepadatan ekstrem.

Pemerintah telah menerapkan kebijakan libur sekolah mulai 21 Maret 2025 dan work from anywhere (WFA) pada 24 Maret 2025 untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas. Diharapkan, kebijakan ini dapat mendistribusikan arus perjalanan sehingga tidak terkonsentrasi pada tanggal-tanggal tertentu.

instagram embed