Aprindo Akui Sejumlah Merk Beras Tak Sesuai Mutu, Siap Tarik dari Peredaran
·waktu baca 3 menit

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) buka suara soal beras merek Alfamidi yang tak sesuai mutu menurut Kementerian Pertanian (Kementan) setelah diuji di lima laboratorium yang berbeda.
Ketua Umum Aprindo Solihin mengatakan peritel termasuk Alfamidi dan Alfamart yang berada di bawah naungan Aprindo tidak memproduksi beras. Beras bermerek Alfamart atau Alfamidi adalah hasil kerja sama dengan pemasok.
“Iya betul (ada merek Alfamidi dalam deretan beras tak sesuai mutu), kan saya bilang tadi kita tidak memproduksi [beras]. Kan tadi banyak kan para UMKM tadi kan ada produk yang mereknya kan Alfamart, Alfamidi. Yang memproduksi siapa?” kata Solihin di Kantor Kemendag, Kamis (17/7).
Solihin yang terakhir diketahui menjabat sebagai Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menjelaskan, peritel adalah pihak yang menjual barang akhir kepada konsumen dan tidak memproduksi.
Dia kemudian akan meminta pemasok yang memasok beras ke ritel, termasuk Alfamart dan Alfamidi untuk membuat surat pernyataan barang yang dikirim telah sesuai dengan kontrak kerja sama.
Sebab sebelumnya dalam kontrak tersebut Alfamidi telah meminta beras premium sesuai ketentuan pemerintah.
“Karena dalam kontrak itu dan kita bayarnya beras premium. Kalau itu ditemukan (oplos) artinya siapa yang salah dalam hal ini? Berarti yang dibohongin bukan konsumen, kita juga dibohongin kalau memang bener ada (perilaku curang),” jelas Solihin.
Selain itu, Solihin juga akan meminta peritel di bawah Aprindo untuk melakukan pengecekan beras yang dijajakan di ritel secara acak. Tujuannya untuk memastikan beras yang dijual telah sesuai dengan standar mutu.
“Nanti ke depan saya akan instruksikan kepada teman-teman para peritel, untuk bisa secara random melakukan, ngecek dengan menggunakan konsultan yang memang punya keahlian,” tuturnya.
Siap Tarik Beras Oplosan dari Toko Jika Ada Instruksi
Pengusaha ritel menyatakan siap menarik beras yang sudah terbukti dioplos dari pasaran. Namun sebelum itu, pengusaha masih menunggu instruksi dari pemerintah.
“Wah kita akan turun paling pertama (menarik beras oplos dari pasaran). Lah iya dong (nunggu instruksi) siapa yang punya hak? Pokoknya pihak yang berwenang,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kementanmengungkap temuan beras produksi PT Food Station Tjipinang Jaya tak sesuai standar mutu. Beras-beras tersebut juga dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp 14.900 per kg untuk beras premium.
Beberapa merek beras premium yang dipasok oleh Food Station seperti Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, dan lainnya yang disebut tak memenuhi standar mutu telah diuji di lima laboratorium yang berbeda.
Untuk itu, saat ini Kementan juga mengimbau agar Food Station bisa segera melakukan perbaikan mutu produk beras premiumnya agar sesuai standar agar sesuai dengan harga jual.
