ASDP Bakal Luncurkan 2 Rute Ferry Jarak Jauh Ini Mulai Bulan Depan

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bakal meluncurkan rute ferry jarak jauh (long distance ferry) Surabaya-Makassar dan Patimban-Pontianak sebagai bagian dari pengembangan jaringan logistik antarpulau.
Perseroan juga membidik pembukaan koridor baru, termasuk Jakarta-Medan dan Jakarta-Batam, yang hingga kini belum dilayani kapal roll-on/roll-off (roro).
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan peluncuran rute Surabaya-Makassar menjadi pengembangan kedua layanan ferry jarak jauh setelah sebelumnya perseroan membuka lintasan Patimban-Pontianak.
“Di bulan depan, kita akan launching kedua kalinya rute jarak jauh. Surabaya ke Makassar yang pertama, Patimban ke Pontianak,” kata Heru di Luwuk, dikutip Jumat (24/7).
Menurut Heru, Indonesia masih membutuhkan lebih banyak layanan kapal roro berukuran besar untuk mendukung distribusi logistik antarpulau. Pasalnya, masih terdapat sejumlah koridor strategis yang belum memiliki layanan ferry jarak jauh.
“Jakarta-Medan ada nggak? Nggak ada, sekarang di Indonesia nggak ada roro Jakarta-Medan. Terus Jakarta ke Batam, nggak ada,” ujarnya.
Ia mengatakan pengembangan rute tersebut merupakan bagian dari transformasi bisnis ASDP yang selama ini lebih dikenal sebagai operator penyeberangan jarak pendek. Ke depan, perusahaan ingin memperkuat perannya sebagai penghubung logistik antarpulau sekaligus menjaga keseimbangan biaya angkutan laut nasional.
Heru menambahkan kebutuhan armada masih sangat besar mengingat luas wilayah Indonesia dan meningkatnya mobilitas barang. Karena itu, ASDP akan memperkuat layanan di lintasan pendek sekaligus menambah armada untuk rute jarak jauh.
“Jadi kita akan improve yang lintasan pendek dan nambah juga yang lintasan jarak jauh,” tutur Heru.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama ASDP Yosianis Marciano mengatakan penguatan bisnis perusahaan juga dimulai dari peningkatan layanan di lintasan pendek, termasuk di wilayah Luwuk, Sulawesi Tengah. Menurutnya, pertumbuhan penumpang dan angkutan barang di kawasan tersebut membuat ASDP mempertimbangkan penambahan maupun penggantian kapal.
“Pertama, kita memperkuat armada kita di lintasan pendek, armada kita performansinya sedang kita improve. Kebetulan kebanyakan di Luwuk ini, di lintasan pendeknya cukup banyak,” kata Yosianis.
“Oleh karena itu kita bisa replace kapal atau menambah kapal, mana yang paling optimum di Luwuk ini menjadi perhatian kita juga karena memang pertumbuhan di daerah ini cukup signifikan, baik itu penumpang maupun barang,” imbuhnya.
