Kumparan Logo

ASDP Buka 48 Lintasan Kupang-NTT, Berikut Daftar Tarifnya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kapal ASDP di Kupang. Foto: ASDP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kapal ASDP di Kupang. Foto: ASDP

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kini mengoperasikan 48 lintasan aktif dari Kupang yang menghubungkan berbagai pulau di Nusa Tenggara Timur (NTT). Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan beroperasinya lintasan kawasan Timur bukan hanya sebatas penyedia transportasi laut, tapi juga untuk pemerataan pembangunan dan konektivitas antarpulau di seluruh Indonesia.

“ASDP berkomitmen menghadirkan konektivitas yang andal bagi masyarakat, termasuk di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Ketika akses mobilitas terbuka, maka potensi ekonomi, budaya, hingga pariwisata akan berkembang pesat,” ujar Heru dalam keterangannya, Kamis (30/10).

Heru menambahkan, layanan ASDP di kawasan Timur telah menjadi penggerak utama dalam memperlancar arus logistik, memperluas perdagangan antarpulau, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui konektivitas yang inklusif dan berkelanjutan.

Saat ini, ASDP Cabang Kupang melayani 9 lintasan komersial seperti Kupang–Hansisi, Kupang–Rote, dan Kupang–Sabu; 24 lintasan terusan seperti Adonara–Larantuka, Bakalang–Lewoleba, Kalabahi–Solor; serta 15 lintasan perintis seperti Kalabahi–Bakalang, Kewapante–Pemana, dan Teluk Gurita–Maritaing.

Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa masyarakat di kawasan Timur yang sangat bergantung pada transportasi laut untuk kegiatan sosial, ekonomi, hingga distribusi kebutuhan pokok.

“ASDP hadir bukan sebagai alternatif, tetapi sebagai penghubung utama yang menjamin kelancaran mobilitas dan distribusi di wilayah kepulauan. Terutama di NTT, layanan kami menjadi nadi pergerakan masyarakat dan roda logistik antarpulau,” jelas Shelvy.

Ilustrasi kapal ASDP. Foto: Dok. ASDP

Di antara lintasan yang dioperasikan, Kupang–Rote menjadi rute tersibuk dan paling strategis. Jalur ini tidak hanya menghubungkan dua pulau besar penghasil pangan seperti padi dan jagung, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju potensi wisata unggulan di NTT.

Sepanjang Januari-September 2025, lintasan Kupang–Rote (PP) telah menyeberangkan 105.761 penumpang dan 23.736 kendaraan, dengan dominasi kendaraan roda dua sebanyak 17.476 unit, disusul truk 4.830 unit. Angka ini menunjukkan peran penting lintasan tersebut sebagai jalur vital transportasi ekonomi dan sosial di kawasan Timur.

General Manager ASDP Cabang Kupang, Wijaya Santosa, menyampaikan bahwa lintasan Kupang–Rote dioperasikan setiap hari dengan enam armada utama, yakni KMP Kalibodri, KMP Lakaan, KMP Inerie II, KMP Ile Labalekan, KMP Cakalang II, dan KMP Uma Kalada.

“Penyeberangan Kupang–Rote beroperasi pukul 09.00 WITA dari Kupang dan pukul 13.30 WITA dari Rote. Kami memastikan seluruh perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu agar aktivitas masyarakat berjalan lancar,” jelasnya.

Berikut daftar tarif untuk penumpang maupun kendaraan di 48 lintasan tersebut:

Penumpang:

Kelas Bisnis I

Dewasa: Rp 87.000

Anak: Rp 54.000

Kelas Ekonomi

Dewasa: Rp 66.000

Anak: Rp 43.000

Kendaraan:

Golongan I: Rp 71.500

Golongan II: Rp 242.000

Golongan III: Rp 250.500

Golongan IV Penumpang: Rp 1.147.200

Golongan IV Barang: Rp 1.036.500

Golongan V Penumpang: Rp 2.718.500

Golongan V Barang: Rp 1.829.500

Golongan VI Penumpang: Rp 4.739.000

Golongan VI Barang: Rp 2.980.000

Golongan VII: Rp 4.044.500

Golongan VIII: Rp 5.519.000

Golongan IX: Rp 13.038.000