Kumparan Logo

ASDP Indonesia Setor Dividen Rp 101 Miliar ke Negara

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry. Foto: Dok. ASDP
zoom-in-whitePerbesar
Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry. Foto: Dok. ASDP

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan menyetorkan dividen perusahaan sekitar Rp 101 miliar sebagai sumbangsih kepada negara. Hal ini salah satunya didorong transformasi perseroan sepanjang 2022 dengan mencetak laba bersih tertinggi sepanjang masa sebesar Rp 585 Miliar.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengungkapkan, setoran dividen tersebut sebanyak 18 persen dari laba perseroan pada tahun 2022.

"Penyerahan dividen ini sebagai bentuk komitmen kami untuk terus berkontribusi untuk negara, khususnya mendorong program-program kerakyatan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia," ujar Shelvy dalam keterangannya, Minggu (2/7).

Berdasarkan laporan kinerja konsolidasian ASDP 2022 audited Januari hingga Desember 2022, tercatat membukukan pendapatan Rp 4,38 triliun, dan laba bersih Rp 585 miliar. Pendapatan 2022 telah melampaui dari total pendapatan dalam kondisi normal sebelum COVID-19 di tahun 2019 sebesar Rp 3,32 triliun dan naik 23,4 persen dibanding realisasi tahun 2021 sebesar Rp 3,55 triliun. Sementara untuk raihan laba bersih, mencapai 220,8 persen dari target, dan mengalami pertumbuhan 79,4 persen dari laba di tahun 2021 sebesar Rp 326 miliar.

Pencapaian kinerja positif selama tahun lalu dikontribusikan kinerja penyeberangan baik produksi perintis dan komersial (gabungan) antara lain produksi penumpang mencapai sebanyak 7,6 juta orang atau naik sebesar 66 persen dibandingkan realisasi 2021 sebanyak 4,6 juta orang.

video youtube embed

Selanjutnya kendaraan roda 2 dan 3 sebanyak 4,1 juta unit atau 66 persen dari realisasi 2,5 juta unit, kendaraan roda empat atau lebih mencapai 4,4 juta unit atau naik 48 persen dibandingkan realisasi 2021 sebanyak 2,9 juta unit, dan barang mencapai 1,3 juta ton atau minus 47 persen bila dibandingkan realisasi tahun 2021 sebanyak 2,4 juta ton.

"Kenaikan produksi penumpang kapal penyeberangan tidak terlepas dari transformasi termasuk digitalisasi layanan yang secara berkelanjutan dijalankan perusahaan. ASDP telah melayani 7,6 juta atau naik 73 persen dari 4,4 juta penumpang tahun 2021," katanya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa Kementerian BUMN akan memberikan dividen terbesar sepanjang sejarah BUMN kepada negara senilai Rp 80,2 triliun. Secara rinci, dividen BUMN perusahaan terbuka senilai Rp 50,20 triliun dan sisanya Rp 29,97 triliun disumbangkan BUMN perusahaan non terbuka.

Menteri Erick mengatakan, ASDP merupakan salah satu dari tujuh BUMN non terbuka sebagai penyumbang dividen terbesar. Dengan demikian, lanjutnya, ASDP menjadi BUMN yang turut memberi sumbangsih kepada negara, supaya negara tidak hanya mendapatkan pemasukan dari pajak tetapi juga hasil usaha yang baik.

“(Dividen) untuk apa? Untuk program-program yang mendorong daripada program kerakyatan dari pemerintah seperti bantuan sosial dan sebagainya. Inilah keseimbangan yang terus dijaga, di mana BUMN sehat mampu memberikan kontribusi kepada rakyat Indonesia," ujarnya.