ASDP Layani 109 Ribu Penumpang di Luwuk, Perkuat Konektivitas Kawasan 3T

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat telah melayani 109.521 penumpang dan 47.334 kendaraan melalui Cabang Luwuk selama periode Januari-Juni 2026. Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga konektivitas di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah kepulauan.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan Cabang Luwuk memiliki peran strategis sebagai penghubung antarpulau di kawasan Banggai hingga wilayah 3T. Menurutnya, layanan penyeberangan tidak hanya memfasilitasi mobilitas masyarakat, tetapi juga menopang distribusi logistik, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga roda pemerintahan.
“Cabang Luwuk mencerminkan salah satu wajah utama ASDP sebagai penghubung antarpulau yang menjaga konektivitas hingga kawasan 3T. Di balik setiap lintasan yang kami operasikan, terdapat aktivitas ekonomi, distribusi logistik, layanan pendidikan, kesehatan, hingga kehidupan masyarakat yang terus bergerak. Karena itu, transportasi penyeberangan bukan hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Heru di Luwuk, Selasa (22/7).
Saat ini, ASDP Cabang Luwuk mengoperasikan enam kapal, terdiri atas KMP Moinit dan KMP Dolosi yang melayani lintasan komersial, serta KMP Tuna Tomini, KMP Teluk Tolo, KMP Cengkih Afo, dan KMP Tanjung Api yang melayani lintasan perintis, dengan sebagian juga beroperasi di rute komersial.
Armada tersebut melayani sejumlah lintasan perintis yang menghubungkan wilayah Banggai, Paisulamo, Ampana, Wakai, Gorontalo, hingga Marisa. Sementara untuk layanan komersial, ASDP mengoperasikan rute Pagimana-Gorontalo, Luwuk-Saiyong, dan Kolonodale-Baturube.
Executive Director ASDP Regional 4 Syamsudin mengatakan tiga lintasan komersial tersebut menjadi penyumbang trafik terbesar dengan kontribusi sekitar 77,10 persen terhadap total produksi layanan Cabang Luwuk.
“Ketiga lintasan ini menjadi koridor strategis yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi berbagai komoditas unggulan, seperti hasil perikanan, kopra, kelapa, dan bahan bangunan. Layanan penyeberangan ASDP turut memperkuat konektivitas Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara, membuka akses menuju destinasi wisata, memperlancar rantai pasok logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan daerah,” jelas Syamsudin.
ASDP menyatakan keandalan layanan penyeberangan didukung penerapan standar operasional 3S (Safety, Security, dan Service) di seluruh lintasan. Secara nasional, perusahaan mengoperasikan jaringan yang mencakup 27 cabang, 320 lintasan, 37 pelabuhan, dan 222 kapal untuk melayani lintasan komersial maupun perintis di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui layanan tersebut, ASDP berharap konektivitas antarpulau tetap terjaga sehingga distribusi logistik, mobilitas masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi di kawasan kepulauan, termasuk wilayah 3T, dapat terus berjalan.
