Kumparan Logo

ASDP Respons soal Rute Penyeberangan Internasional Batam-Johor Dibuka Lagi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal penyeberangan berlayar di Selat Bali. Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kapal penyeberangan berlayar di Selat Bali. Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

PT ASDP Indonesia Ferry mengomentari kemungkinan dibukanya rute penyeberangan internasional Batam-Johor.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengungkapkan pembicaraan soal penyeberangan internasional mencuat lagi karena kementerian terkait kembali merespons untuk mempercepat dibukanya rute Batam-Johor.

"Dan kemarin kami juga sudah kembali melakukan prosesnya yang sebetulnya yang paling sulitnya adalah karena memang ini bersentuhan dengan beberapa stakeholder," kata Heru kepada wartawan di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Kamis (22/5) lalu.

Untuk merealisasikan dibukanya rute Batam-Johor, ASDP harus melakukan koordinasi antarnegara dengan Malaysia. Selain antarnegara, koordinasi antarstakeholder kedua negara juga harus dilakukan.

"Itu adalah di sana melibatkan kepolisian, karena nanti ada pemberlakuan kendaraan yang akan keluar masuk lintas negara. Itu nanti pemberlakuan plat nomornya seperti apa," ujarnya.

Hal lain yang harus dibahas adalah terkait Bea Cukai karena pasti ada perlintasan barang yang harus dihitung oleh Bea Cukai.

"Kemudian adalah terkait dengan imigrasi. Ini juga prosesnya masih lumayan panjang. Tapi saya yakin target mungkin bisa tahun ini, ya. Semester kedua mungkin. Semester kedua bisa kita selesaikan," ungkapnya.

instagram embed

Menurutnya, progres pembukaan rute internasional sangat bagus. Ia pun mencontohkan rute internasional lainnya, yaitu NTT-Timor Leste, yang memudahkan kendaraan dari kedua negara melintas.

"[Perlintasan kendaraan] mudah sekali. Kendaraan keluar masuk mudah sekali. Tapi persoalannya itu, kan, kendaraan langsung. Kalau ini [Batam-Johor], kan, menggunakan kapal. Yang nanti banyak kendaraan yang bisa keluar masuk di sana," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, mengatakan pihaknya sudah mengecek jalur yang sekiranya akan digunakan untuk lintas Batam-Johor. Ada beberapa hal yang harus ditentukan baik oleh Indonesia dan Malaysia.

"Jadi menentukan batas-batas atau kelepasan lingkungan, keselamatan pelayaran, bahkan skema tarif karena kita pasti [tarif memakai] dolar," kata Rio.

Selain itu, ASDP juga akan berkoordinasi dengan operator pelabuhan di Batam dan Malaysia lewat skema antara G2G atau B2B.

"Jadi ada G2G, ada B2B. ASDP aktif dalam B2B tapi juga support G2G. Sehingga kita bisa menempatkan G2G," pungkasnya.