Kumparan Logo

Bahan Baku Industri Tersisa untuk 3 Bulan, Pengusaha Nasional Berharap ke Wuhan

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aktivitas pekerja di salah satu pabrik elektronik yang memproduksi mesin cuci di Karawang, Jawa Barat. Foto: Resya Firmansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aktivitas pekerja di salah satu pabrik elektronik yang memproduksi mesin cuci di Karawang, Jawa Barat. Foto: Resya Firmansyah/kumparan

Berjangkitnya virus corona dari Kota Wuhan di Provinsi Hubei, China, sejak lebih dari dua bulan lalu, turut berdampak ke industri dalam negeri. Hal ini karena sebagian besar bahan baku industri nasional, mengandalkan impor dari China.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Rosan P Roeslani, mengakui adanya keterbatasan stok bahan baku di industri nasional.

Jika tidak ada pasokan bahan baku, menurutnya, pabrik di sektor tertentu hanya bisa berproduksi maksimal untuk tiga bulan ke depan.

“Kita mengantisipasi untuk impor bahan baku dan barang modal. Ini yang kita antisipasi. Ada beberapa sektor yang dari Maret ini masih akan tersisa dua-tiga bulan. Terutama di bidang farmasi, elektronik, bidang bahan baku tekstil,” kata Rosan dalam pernyataan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3).

Ketua KADIN Rosan P. Roeslani (kedua kiri) di Jakarta, Selasa (5/11). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Untuk mengatasi keterbatasan pasokan bahan baku ini, para pengusaha industri menaruh harapan dari pemulihan yang terjadi di China. Khususnya di Kota Wuhan yang menjadi lokasi awal ditemukannya virus corona. Kota itu juga yang menjadi salah satu pemasok bahan baku industri di Indonesia.

“Wuhan itu kan Detroit-nya China. Presiden Xi Jinping saja sudah ke Wuhan. Kegiatan ekonomi di sana sudah berjalan lagi. Semoga kebutuhan bahan baku segera terpenuhi,” ujarnya.

Dalam pernyataan pers yang berlangsung setelah pertemuannya dengan Presiden Jokowi, Rosan juga menjamin pemenuhan kebutuhan pokok untuk Ramadhan dan Lebaran 2020. Pasokan seperti beras dan gula pasir yang akan meningkat saat Ramadhan dan Lebaran, menurutnya tak ada masalah.

kumparan post embed

Dengan begitu dia menilai, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk panik.

“Dari tadi kita sampaikan menjelang Lebaran no problem, enggak usah panik. Gula, beras, dan sebagainya aman semua. Untuk barang-barang dalam menghadapi bulan ramadhan ini,” tandas Ketua Umum KADIN, Rosan P Roeslani itu.