Bahlil Janji Prioritaskan Warga Lokal di Blok Masela, Ganti Untung-Pekerjaan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan memprioritaskan warga lokal untuk terlibat dalam proyek Lapangan Abadi Blok Masela beserta fasilitas pengolahan gas alam cair (LNG) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat.
Bahlil menyebut hal ini berdasarkan diskusi bersama pemerintah daerah setempat, SKK Migas, dan operator Blok Masela Inpex Corporation terkait permintaan para tokoh masyarakat utamanya permasalahan ganti pembebasan lahan.
Pasalnya, fasilitas onshore LNG (OLNG) di Desa Lermatang berdiri di atas perkebunan masyarakat yang menggunakan lahan hutan produksi. Namun, dia meminta agar pemerintah setempat tetap memberikan ganti untung kepada para petani.
"Kami pengin proyek yang begini besar dilakukan tanpa kita melupakan hak-hak kesulungan masyarakat yang ada di Kepulauan Tanimbar. Saya izin melaporkan Bapak Presiden, sekalipun tanah yang dipakai adalah tanah kawasan hutan, namun mereka sudah berkebun secara turun-temurun," jelas Bahlil saat Groundbreaking PSN LNG Abadi Masela, Kamis (16/7).
"Izinkan tadi saya membuat kebijakan, sudah barang tentu nanti kami akan laporkan dan minta arahan Bapak Presiden agar mereka diberikan bukan ganti rugi, tapi ganti untung untuk dipergunakan sebaik-baiknya," imbuhnya.
Bahlil menjelaskan, proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, yakni pendapatan langsung sekitar USD 37,8 miliar, kontribusi pajak tidak langsung sekitar USD 6,43 miliar selama masa konstruksi dan operasi, menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12.000 tenaga kerja pada masa konstruksi dan 800-1.000 tenaga kerja saat operasi.
Salah satu kontribusinya yakni para generasi muda di wilayah Tanimbar akan disekolahkan di PEM Akamigas di Cepu, Jawa Tengah, milik Kementerian ESDM untuk nantinya bekerja di Blok Masela. Dia meminta Inpex bersama mitranya, Pertamina dan Petronas, memprioritaskan pekerja dari warga lokal.
"Nanti Pak Ueda (CEO Inpex Corporation) sama teman-teman Petronas dan Pertamina, lapangan pekerjaan yang profesional kita ambil dulu dari tier 1 sama tier 2. Kalau sudah habis baru kita ambil di saudara-saudara kita di Jawa atau di luar negeri," tegas Bahlil.
Proyek ini juga diprediksi dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi melalui kontribusi terhadap PDB nasional sekitar USD 137,8 miliar, peningkatan PDRB Provinsi Maluku sebesar USD 95 miliar, dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar USD 92 miliar disertai peningkatan pendapatan rumah tangga secara nasional.
Ditemui usai acara, Bahlil meminta tuntutan masyarakat terhadap pembebasan lahan hutan di proyek Abadi Masela tidak diabaikan, karena budaya yang berbeda dengan masyarakat di Pulau Jawa.
"Selama itu aturannya ada, saya akan memprioritaskan, karena bagi orang tua-tua di sini memang beda persepsi antara orang punya tanah di wilayah kita dengan di Jawa. Kalau kita di sini biar masih kawasan hutan, tete dan nene (kakek dan nenek) punya barang ini, ini yang kalian maksudkan kan? Ini sudah anak turun-temurun," jelasnya.
"Dulu tidak ada sertifikat, beda dengan di Jawa. Makanya saya minta tolong Pak Menteri Pertanahan (Nusron Wahid) juga ikut supaya tahu kearifan lokal untuk kita punya pengambilan keputusan yang lebih bijak," tambah Bahlil.
Dia juga meminta agar tidak ada pihak ketiga yang meraup keuntungan dari pembebasan lahan, agar masyarakat yang sudah turun-menurun menggarap lahan tersebut bisa merasakan manfaatnya.
"Saya sudah meminta kepada SKK Migas perlakuannya harus beda. Itu yang kau maksudkan kan? Jadi tidak boleh kita menjual hak kesulungan kepada orang yang punya bukan hak kesulungan," kata Bahlil.
Sementara untuk prioritas tenaga kerja lokal, Bahlil mengungkapkan porsinya bisa mencapai 20-30 persen dari total pekerja, tanpa mengurangi persyaratan dan profesionalitas dari proyek raksasa tersebut.
"Minimal 20 sampai 30 persen, yang penting yang profesional. Ini barang bukan pergi campur-campur labor, ini betul-betul profesional yang betul-betul punya skill, termasuk pengusahanya juga harus yang punya skill," tandas Bahlil.
