Bahlil Lahadalia: Diminta Jokowi, Target Investasi 2022 Naik ke Rp 1.200 Triliun
·waktu baca 2 menit

Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan target investasi tahun depan naik menjadi Rp 1.200 triliun dari target sebelumnya Rp 985 triliun.
Menurut dia, kenaikan target investasi ini atas usulan Presiden Jokowi. Dia pun meminta dukungan kepada Komisi VI DPR RI karena perlu dorongan yang kuat untuk bisa mengejar target investasi tahun depan.
"Target 2022 investasi kita menjadi Rp 985 triliun atau maksimal Rp 1.027 triliun, tapi Pak Presiden minta menjadi Rp 1.200 triliun. Jadi naik 30 persen," kata dia dalam rapat perdananya sebagai Menteri Investasi di Gedung DPR RI, Senin (31/5).
Target investasi tahun depan ini lebih tinggi dari target tahun ini sebesar Rp 900 triliun. Adapun realisasi investasi tahun ini hingga kuartal I mencapai Rp 219 triliun yang kebanyakan berada di Pulau Jawa.
Untuk realisasi investasi hingga kuartal I 2021 ini, menurut dia, modal dari asing (PMA) sudah membaik atau naik 51-52 persen dibandingkan 2020.
"Untuk posisi Mei ini sudah ada Rp 2.964 triliun investasi yang sudah dapat izin dan dapat insentif fiskal tapi belum bisa dieksekusi. Jadi kami akan fokus pada investasi ini," terangnya.
Bahlil menuturkan, pihaknya juga akan melakukan pengembangan investasi ke depan berdasarkan kawasan. Contohnya, di daerah Sulawesi dan Maluku akan didorong industri nikel. Lalu di Papua akan dibangun pabrik pupuk, smelter, dan perkebunan pala.
Di Kalimantan akan dibangun pabrik pengolahan bauksit, gasifikasi batu bara, dan menjadi pusat Ibu Kota Negara (IKN). Sedangkan di Sumatera akan difokuskan hilirisasi sawit dan bauksit. Untuk di Riau akan terus dikembangkan industri karet, kertas, dan ban.
"Kawasan Jawa kita akan kolaborasi untuk baterai mobil di Batang, Jawa Tengah. Juga sudah groundbreaking pabrik kaca untuk ekspor nilai investasi Rp 5 triliun. Sementara untuk Bali dan Nusa Tenggara akan fokus pada pariwisata dan kesehatan lansia," tuturnya.
