Kumparan Logo

Bahlil Lahadalia Sampaikan Maaf saat Rapat Terakhir dengan Komisi VII DPR

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan paparannya saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2024). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan paparannya saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2024). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan rapat kerja terakhir bersama Komisi VII DPR RI, pada Kamis (12/9).

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menyampaikan apresiasi dan permohonan maaf kepada para anggota Komisi VII DPR.

"Saya ucapkan terima kasih dan mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan dalam proses rapat kita dari awal sampai akhir," kata Bahlil dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (12/9).

Bahlil mengakui terkadang ada perbedaan pendapat saat rapat. Namun, ia menegaskan sebenarnya tujuan yang ingin dicapai sama-sama untuk kepentingan rakyat.

"Saya punya keyakinan bahwa chemistry kita, pandangan kita hampir sama, hanya dialektika dan narasi saja yang berbeda. Karena kita di ruangan ini sudah tentu selalu memikirkan kepentingan rakyat bangsa negara di atas kepentingan pribadi-pribadi atau kelompok kita," ujar Bahlil.

"Insyaallah kita tetap dengan semangat untuk menjalankan apa yang menjadi program kita untuk mewujudkan pelayanan kita kepada rakyat," tambahnya.

Bahlil juga membahas mengenai alokasi pagu anggaran tahun 2025 untuk sektor Kementerian ESDM. Ia menyampaikan pada rapat Badan Anggaran DPR RI pada 10 September 2024 lalu, total pagu anggaran untuk Kementerian ESDM tahun 2025 mendatang Rp 3,91 triliun. Menurutnya, nilai tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan anggaran yang telah diajukan oleh Kementeriannya untuk tahun 2025.

"Anggaran kami ajukan Rp 10 triliun lebih, di-breakdown Rp 3,91 triliun untuk belanja operasional dan rutinitas di Kementerian ESDM Rp 4,2 triliun untuk bangun pipa gas dan program-program kerakyatan," tutur Bahlil.

Berikut rincian alokasi anggaran Kementerian ESDM tahun 2025:

• Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM Rp 336,11 miliar

• Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM Rp 95,35 miliar

• Ditjen Migas Rp 566,68 miliar

• Ditjen Ketenagalistrikan Rp 457,92 miliar

• Ditjen Minerba Rp 369,56 miliar

• Dewan Energi Nasional Rp 63,77 miliar

• BPSDM ESDM Rp 617,9 miliar