Bahlil Prediksi Sektor ESDM Ciptakan 6,2 Juta Lapangan Pekerjaan hingga 2030

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sektor ESDM berpotensi membuka 6,2 juta lapangan pekerjaan hingga tahun 2030.
Bahlil menyebutkan, untuk mencapai pendapatan per kapita USD 11 ribu, Indonesia perlu mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas, termasuk dari sektor ESDM.
Sektor ESDM memiliki 3 pekerjaan besar, yakni sektor ketenagalistrikan mencakup pembangkit dan transmisi, sektor mineral dan batu bara (minerba) mencakup industri hilirisasi, serta sektor industri yaitu ekosistem kendaraan listrik.
"Kita membutuhkan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 6,2 juta sampai dengan 2030. Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa lapangan pekerjaan tidak ada, saya pikir harus kita menjadi introspeksi kolektif, jangan kufur nikmat," kata Bahlil saat Human Capital Summit 2025, Selasa (3/6).
Bahlil memaparkan, terdapat 3.764 jenis pekerjaan di sektor ESDM, di mana sebanyak 3.277 pekerjaan sudah teridentifikasi, dan yang belum sekitar 487 jenis pekerjaan.
Berdasarkan data yang ditampilkan, sektor ketenagalistrikan-energi baru terbarukan dan konservasi energi (KEBTKE) memiliki jenis pekerjaan teridentifikasi yang terbanyak yakni 2.646 jenis (79 peren), diikuti oleh migas sebanyak 464 jenis (14 persen), dan geominerba 167 pekerjaan (7 persen).
Sementara 487 jenis pekerjaan baru diprediksi tercipta dari proses transisi energi, meliputi sektor KEBTKE sebanyak 337 pekerjaan, migas 76 pekerjaan, dan geominerba 74 pekerjaan.
"Saya yakinkan kepada Bapak-Ibu semua, bahwa pemerintah di bawah pimpinan Presiden Pak Prabowo akan terus menerus, tidak berhenti, selalu kreatif untuk men-create peluang-peluang lapangan pekerjaan dengan cara seperti ini," ujar Bahlil.
