Kumparan Logo

Bahlil: Rencana Kelola SDA di Ambalat Bareng Malaysia Belum Final

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan terkait izin tambang nikel Kepulauan Raja Ampat di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/6/2025). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan terkait izin tambang nikel Kepulauan Raja Ampat di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/6/2025). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Menteri ESDM Bahlil lahadalia mengakui rencana untuk pengelolaan bersama terkait Sumber Daya Alam (SDA) di Blok Ambalat dengan Malaysia belum menjadi keputusan yang final. Ia menyebut rencana itu saat ini masih sebatas ‘ide’.

Sebelumnya, sengketa wilayah maritim Blok Ambalat di lepas pantai Kalimantan Timur, kembali mencuat sebagai isu strategis dan sensitif antara Indonesia dan Malaysia.

“Tetapi memang ada sempat ide, bahwa ambalat itu, kalau ada sumber daya alamnya, dikelola bersama. Tapi itu masih dalam batas ide,” kata Bahlil ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat pada Senin (11/8).

Terkait teritorial, Bahlil menyerahkan urusan tersebut kepada Kementerian Luar Negeri. Ketika ditanya mengenai SDA apa saja yang ada pada Blok Ambalat, Bahlil juga belum bisa mengungkapkan detailnya.

“Kita baru bicara. Belum-belum. Kita belum penelitian,” ujar Bahlil.

Sebelumnya, pengelolaan SDA Blok Ambalat bersama Malaysia sempat diungkapkan usai Presiden Prabowo Subianto menerima Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Merdeka Jakarta pada Jumat (27/6) lalu.

KRI Bima Suci bersama berlayar di Perairan Ambang Batas Laut (Ambalat), Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (13/9/2021). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto

Selama ini, perundingan batas laut Blok Ambalat di Laut Sulawesi antara Indonesia dan Malaysia telah berjalan sebanyak 43 kali sejak 2005. Namun, kedua negara masih belum menyepakati batas laut Blok Ambalat.

Meski begitu, Dirjen Urusan Asia, Pasifik dan Afrika Kemlu, Abdul Kadir Jaelani mengatakan Indonesia akan menyelesaikan masalah perbatasan laut di wilayah itu dengan cara yang damai melalui proses perundingan, sesuai pernyataan Presiden Prabowo Subianto.

Dia juga menjelaskan, masalah blok minyak di wilayah laut yang jadi sengketa memerlukan waktu. Perundingan untuk menentukan batas laut di wilayah tersebut telah berlangsung sejak 20 tahun lalu.

"Kita ketahui bahwa proses perundingan telah berlangsung 43 putaran semenjak tahun 2005. Proses perundingan perbatasan memiliki kompleksitas teknis yang cukup pelik karena memerlukan waktu. Dan dalam proses perundingan tersebut Indonesia akan terus berjuang mengedepankan kepentingan nasional, serta berdasarkan prinsip-prinsip yang ada dalam UNCLOS," kata Abdul.

instagram embed