Bahlil soal Rusuh yang Tewaskan 3 Pekerja GNI: Jadi Evaluasi Bersama
·waktu baca 2 menit

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menanggapi soal rusuh yang terjadi di pabrik PT Gunbuster Nikel Industri (GNI), Morowali Utara. Dua tenaga kerja lokal dan satu tenaga asing tewas dalam bentrokan ini pada Sabtu (14/1) malam.
Bahlil mengaku belum menerima laporan lengkap atas kejadian ini karena saat terjadi, dirinya dalam perjalanan dinas ke Davos, Swiss, untuk menghadiri Indonesia Pavilion di acara World Economic Forum 2023, Davos, Swiss. Namun dia meminta agar kejadian ini menjadi pelajaran bersama, apalagi nikel menjadi sektor yang saat ini didorong hilirisasinya.
(Kejadian) ini patut kita sayangkan. Tapi jangan salahkan si a dan b. Jadi evaluasi bersama, dalam hal ini masyarakat, karyawan, investor, dan manajemen,” kata Bahlil dalam Konferensi Pers Pembukaan Indonesia Pavilion, Davos, Swiss, Selasa (17/1).
Evaluasi yang menyeluruh penting sebab saat ini hilirisasi menjadi tujuan utama pemerintah di tahun ini. Hilirisasi juga menjadi tema yang bawa Indonesia Pavilion di WEF 2023. Bahlil akan mempromosikan 21 komoditas Indonesia yang akan fokus pengelolaannya di dalam negeri agar tidak dijual dalam bentuk barang mentah.
Puluhan komoditas ini di antaranya batu bara, nikel, timah, tembaga, bauksit, besi baja, minyak, gas, kelapa, karet, biofuel, getah pinus, udang, hingga garam.
Sebelumnya, dua kubu pekerja saling pukul hingga berbuntut pembakaran sejumlah fasilitas kantor perusahan tambang. Mes karyawan dan 9 unit kendaraan hangus terbakar. Akibat keributan itu, 2 pekerja lokal dan 1 pekerja asing tewas.
