Bangga! Ada Indomie di Festival Musik Head in The Clouds di Los Angeles

Festival musik ‘Head In The Clouds' (HITC) baru saja dilaksanakan di Los Angeles pada akhir pekan kemarin, tepatnya 6-7 November 2021. Ada yang menarik perhatian dari festival musik ini, yaitu tampilnya musisi asal Indonesia, serta kehadiran Indomie sebagai produk kebanggaan nasional di event tersebut.
Produk mi instan buatan Indofood itu, secara khusus membuka boot yang disebut Indomie Zone di pentas musik yang berlangsung di The Rose Bowl, Pasadena, California itu. Hal itu diketahui dari unggahan Axton Salim.
Generasi ketiga di Keluarga Salim yang merupakan pebisnis terkemuka Indonesia itu, juga merupakan Direktur di produsen Indomie yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
"Woot! @indomie represents at @88rising Head in the Clouds Los Angeles," tulis Axton Salim, Senin (8/11). Axton Salim merupakan generasi ketiga di bisnis Keluarga Salim yang merambah berbagai sektor, khususnya produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods).
Festival musik tahunan ‘Head In The Clouds' (HITC) digelar untuk ketiga kalinya oleh Label rekaman berbasis New York, Amerika Serikat (AS), 88Rising. Label musik tersebut makin terkenal di Indonesia, setelah menjadi payung manajemen dan label rekaman bagi musisi Tanah Air, yakni Rich Brian, NIKI, dan Stephanie Poetri.
Kedekatan 'Head In The Clouds' dengan masyarakat Indonesia makin erat, dengan hadirnya Indomie di festival musik tersebut di Los Angeles. Dikutip dari laman resmi Indomie, mi instan paling terkenal di Indonesia itu memang telah dipasarkan di 60 negara di dunia, termasuk Amerika Serikat (AS). Ada yang diekspor dari Indonesia, sebagian lagi bahkan sudah diproduksi dari pabriknya di negara tersebut.
Sebanyak 60 negara yang telah menjadi pasar Indomie, di antaranya Australia, Irak, Papua Nugini, Hong Kong, Timor Leste, Yordania, Arab Saudi, Amerika Serikat, Selandia Baru, Taiwan, dan negara-negara lain di Eropa, Afrika, Timur Tengah dan Asia.
Produk Indomie pertama kali diluncurkan pada 1971 dengan varian rasa Kaldu Ayam. Penjualannya melonjak, seiring diluncurkannya varian rasa baru yakni kuah rasa Kari Ayam. Inovasi disusul dengan peluncuran Indomie goreng.
Produk-produk itu awalnya dimilik oleh PT Sanmaru Food Manufacturing Co Ltd. Perusahaan tersebut diambil alih oleh produsen Sarimi, PT Sarimi Asli Jaya, pada 1984. Indofood sendiri baru jadi pemilik Indomie, sekaligus Sarimi dan Supermi, pada 1990. Yakni setelah Indofood mengakuisisi PT Sarimi Asli Jaya.
