Kumparan Logo

Bank Indonesia Pastikan Suku Bunga Acuan Tetap Rendah, Sampai Kapan?

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal suku bunga acuan akan tetap rendah. Sejumlah indikator dinilai masih belum menunjukkan tanda-tanda tekanan.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, bank sentral masih akan mempertahankan bunga acuan rendah hingga terlihat tekanan inflasi. Adapun laju inflasi selama 2020 sebesar 1,68 persen, merupakan yang terendah sepanjang masa. Begitu juga dengan suku bunga BI atau BI 7 Days Repo Rate 3,75 persen, merupakan yang terendah sepanjang sejarah.

"Dari BI, kami akan pertahankan suku bunga rendah, paling tidak sampai lihat tanda-tanda inflasi meningkat. Di mna kita masih jauh sekali tanda-tanda peningkatan inflasi," ujar Destry dalam webinar Forum Diskusi Salemba 46, Sabtu (30/1).

Selain inflasi, otoritas moneter juga akan memperhatikan stabilitas nilai tukar rupiah sebagai indikator dari bunga acuan. Namun Destry memastikan, pihaknya akan tetap menjaga stabilitas kurs melalui intervensi di pasar spot, domestic non delivery forward (DNDF), dan obligasi jika dibutuhkan.

Meski demikian, Destry menjelaskan bahwa kebijakan suku bunga bukanlah satu-satunya kebijakan yang dimiliki bank sentral. Selain menjaga suku bunga acuan tetap rendah, BI juga akan menjamin likuiditas di perbankan tetap longgar.

Tak hanya itu, kebijakan makroprudensial juga akan tetap dilakukan bank sentral. Termasuk kebijakan makroprudensial akomodatif untuk mendukung pembiayaan UMKM.

"Pendalaman pasar keuangan juga diciptakan dengan instrumen baru dan penyempurnaan infrastruktur yang ada," pungkasnya.

kumparan post embed