Kumparan Logo

Bank Indonesia Sediakan Uang Layak Edar Rp 133,7 T saat Nataru

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pegawai bank menyiapkan uang layak edar di loket layanan penukaran uang terpadu di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Senin (25/3/2024). Foto: ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pegawai bank menyiapkan uang layak edar di loket layanan penukaran uang terpadu di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Senin (25/3/2024). Foto: ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk menyediakan uang rupiah layak edar selama Natal dan tahun baru (Nataru). Total BI menyiapkan sebanyak Rp 133,7 triliun.

“Di Hari Raya Natal dan Tahun Baru ini di tahun 2024 kita berkomitmen untuk menyediakan Rupiah di seluruh NKRI, uang layak edar itu ada Rp133,7 triliun,” ungkap Deputi Gubernur BI Doni P Joewono dalam Rapat Dengar Gubernur BI di Bank Indonesia, Jakarta pada Rabu (18/12).

Uang tersebut juga sudah didistribusikan di bank-bank uang tersebar di Jawa sebanyak 54 persen, Sumatera sebanyak 21 persen, Sulawesi-Ambon-Papua sebanyak 12 persen, Kalimantan sebanyak 9 persen, dan Bali-Nusa Tenggara sebanyak 4 persen.

instagram embed

Selain itu, pada Nataru kali ini BI juga memiliki program Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (Serunai) untuk penukaran uang. Program ini diselenggarakan pada periode 15 sampai 20 Desember 2024.

Dalam program tersebut disediakan Rp 345 miliar dalam bentuk pecahan 100 ribu sebanyak 15 miliar, Rp 50 ribu sebanyak 20 miliar, Rp 20 ribu sebanyak 25 miliar, Rp 10 ribu sebanyak 50 miliar dan Rp 5 ribu sebanyak 100 miliar.

“Kita punya Serunai, Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai. Ini kita sediakan dari tanggal 15 sampai 20 Desember totalnya Rp 345 miliar dan tentunya pecahannya sama seperti yang dulu,” lanjut Doni.

Penukaran uang tersebut dilakukan dengan kas keliling di mana BI menyambangi gereja maupun sekolah. Beberapa daerah selain Jakarta yang menjadi prioritas adalah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Papua Barat.

“Kita pakai kas keliling jadi BI langsung ke gereja, ke sekolah, kebetulan kota yang banyak penukarannya itu kita prioritaskan,” ungkap Doni.