Kumparan Logo

Bank Indonesia Singgung Perbankan yang Masih Sulit Turunkan Bunga Kredit

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: Dok. Departemen Komunikasi Bank Indonesia.
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: Dok. Departemen Komunikasi Bank Indonesia.

Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate tetap di level 3,5 persen. Suku bunga acuan BI saat ini merupakan yang terendah sepanjang sejarah. Keputusan penurunan suku bunga acuan ini bertujuan untuk mendorong penyaluran kredit ke masyarakat.

Sayangnya penurunan suku bunga acuan ini belum diikuti oleh penurunan bunga kredit perbankan. Gubernur BI Perry Warjiyo menyinggung bahwa penurunan suku bunga kredit sudah terjadi namun masih sangat terbatas.

“Suku bunga kebijakan moneter yang tetap rendah dan likuiditas yang masih longgar mendorong suku bunga kredit perbankan terus menurun walaupun masih terbatas,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (17/6).

Ilustrasi uang rupiah. Foto: Aditia Noviansyah

Perry merinci, di pasar uang dan pasar dana, suku bunga PUAB overnight dan suku bunga deposito perbankan telah turun, masing-masing sebesar 153 bps dan 207 bps sejak April 2020 menjadi 2,79 persen dan 3,66 persen pada April 2021.

Di pasar kredit, penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan juga berlanjut, meski dengan besaran yang lebih terbatas. Bunga kredit perbankan turun sebesar 177 bps sejak April 2020 menjadi 8,87 persen pada April 2021. Di tengah menurunnya Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK), penurunan SBDK masih terbatas didorong oleh kembali meningkatnya komponen margin keuntungan, terutama terjadi pada kelompok Bank Umum Swasta Nasional (BUSN).

kumparan post embed

Di samping itu, premi risiko perbankan cenderung meningkat yang artinya mengindikasikan masih tingginya persepsi risiko perbankan terhadap dunia usaha. Sejalan dengan itu, suku bunga kredit baru pada April 2021 juga meningkat, khususnya pada kelompok BPD, bank BUMN, dan BUSN.

“Bank Indonesia mengharapkan perbankan untuk terus melakukan penyesuaian suku bunga kredit sebagai bagian dari upaya bersama untuk mendorong kredit kepada dunia usaha,” tegas Perry.