Bank Indonesia Tegaskan Masih Ada Ruang untuk Turunkan Lagi Bunga Acuan

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan pihaknya masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan. Adapun saat ini BI 7 Day Repo Rate berada di level 3,75 persen, terendah sepanjang masa.
“Kalau ditanya apakah kami masih mempunyai ruang untuk turun? Masih ada ruang,” ujar Perry saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (8/2).
Selama 2020 hingga saat ini, bank sentral telah menurunkan bunga acuan 125 basis poin atau 5 persen. Perry menegaskan, kemungkinan penurunan suku bunga acuan BI itu akan tergantung pada kondisi nilai tukar rupiah maupun inflasi.
“Tentu saja kami akan melihat kemungkinannya dengan tetap menjaga stabilitas, khususnya stabilitas nilai tukar rupiah dan bagaimana lebih efektifnya mendorong pemulihan ekonomi,” jelasnya.
Perry mengisyaratkan bahwa tren suku bunga rendah dan likuiditas longgar akan tetap dipertahankan hingga terdapat tanda-tanda tekanan inflasi tahun ini.
Selama tahun lalu, BI telah mengguyur likuiditas (quantitative easing) ke perbankan sebesar Rp 740,7 triliun atau setara 4,69 persen terhadap Produk Domestik Bruto.
Bahkan untuk awal tahun ini, BI telah menginjeksi likuiditas ke perbankan dengan melakukan ekspansi moneter sekitar Rp 14,16 triliun hingga 4 Februari 2021. Berbagai langkah injeksi likuiditas juga dilakukan BI untuk mendorong sektor riil.
“Ini menjadi fokus bagaimana KSSK secara bersama likuiditas longgar, suku bunga turun, dan terutama juga mendorong demand untuk kredit. Sehingga bisa mendukung dunia usaha dan mendorong pemulihan ekonomi,” tambahnya.
