Banyak Kontrak Baru, Waskita Karya Bidik Pendapatan Naik Rp 14 T di 2024

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan kenaikan pendapatan setidaknya hingga Rp 14 triliun di tahun 2024, seiring dengan prognosa banyaknya kontrak baru yang diteken perseroan.
Direktur Pengembangan Bisnis Waskita Karya, Rudi Purnomo, menjelaskan prognosa kontrak baru hingga akhir 2023 ini bisa mencapai Rp 16 triliun. Sementara di 2024 diharapkan nilai kontrak baru mencapai Rp 17 triliun.
"Sementara untuk pendapatan, kita harap sisa nilai kontrak yang kita masih miliki dan kita akan ada kontrak baru, harapan pendapatan usaha di 2024 kita rencanakan bisa ada growth sekitar Rp 14 triliun," ungkapnya saat public expose, Kamis (21/12).
Rudi memaparkan, strategi Waskita Karya terhadap nilai kontrak baru di 2024 akan seputar proyek konvensional dengan uang muka. Pola pembayaran ini diharapkan bisa membantu arus kas dapat bertahan untuk menyelesaikan proyek berjalan.
"Laba untung proyek baru kita proyeksikan sekitar 9-10 persen, untuk sentimen negatif tahun depan karena tahun politik kita cukup realistis terhadap target-target kita terutama proyek baru maupun dalam produksi pendapatan," lanjutnya.
Pada Kuartal III 2023, Waskita Karya mencatatkan rugi bersih senilai Rp 2,83 triliun. Rugi tersebut berbalik arah dari laba bersih pada kuartal III 2022 senilai Rp 425,29 miliar.
Kerugian yang dialami Waskita Karya disebabkan pendapatan usaha turun 24,13 persen (yoy) menjadi Rp 7,81 triliun dibanding Rp 10,3 triliun di kuartal III 2022. Sementara beban keuangan tercatat Rp 3,16 triliun atau turun 4,52 persen.
Adapun total proyek berjalan Waskita Karya hingga November 2023 mencapai 90 proyek yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, paling banyak adalah di Jawa dan Bali sebanyak 41 proyek.
Rudi menyebutkan, nilai kontrak 90 proyek berjalan tersebut mencapai Rp 52,7 triliun. Klaster proyek mencakup konektivitas sebesar 60 persen, proyek sumber daya air sebesar 17 persen, proyek gedung 13 persen, dan 10 persen adalah proyek pengembangan bisnis di internal Waskita Karya.
"Nilai kontrak baru sampai November 2023 ini adalah sebesar Rp 14,4 triliun, kalau kita hitung winning rate 24,1 persen. Dari total itu segmentasi didominasi oleh pemerintah sebesar 71 persen, sedangkan jenis proyek sebesar 61 persen adalah proyek konektivitas," papar Rudi.
Lebih lanjut, Waskita Karya juga menggarap 10 proyek di IKN Nusantara dengan nilai kontrak Rp 10,2 triliun, di mana porsi perseroan sebesar Rp 6,7 triliun. Proyek prestisius dan paling besar yakni proyek tol, gedung Setpres dan Rusun ASN.
