Banyak Warga RI Beli Smartphone dari China, Nilainya Tembus Rp 30 Triliun
·waktu baca 2 menit

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat banyak warga Indonesia membeli smartphone dari China. Total impor smartphone dari China sepanjang 2023 tembus USD 1,9 miliar atau setara dengan Rp 30 triliun (kurs Rp 15.544).
"Dengan Tiongkok, komoditas yang paling banyak diimpor Indonesia adalah smartphone dengan nilai USD 1,95 miliar. Ini mencakup 3,14 persen dari total ekspor Tiongkok ke Indonesia," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, di Kantor Pusat BPS, Senin (15/1).
Kemudian, Indonesia juga banyak impor dari Jepang berupa besi dan baja senilai USD 0,47 miliar atau setara dengan Rp 7,3 triliun.
Pangsa impor ketiga terbesar Indonesia adalah Thailand. Komoditas yang paling banyak diimpor Indonesia adalah gula tebu dengan nilai USD 1,25 miliar atau senilai Rp 18,65 triliun.
Secara keseluruhan, total nilai impor di Desember 2023 mengalami penurunan. Nilai impor Indonesia pada periode ini mencapai USD 19,11 miliar atau 2,45 persen dibanding November 2023 yang tercatat USD 19,59 miliar. Sedangkan jika dibandingkan Desember 2022, kinerja impor di Desember tercatat turun 3,81 persen.
Nilai impor migas selama Desember 2023 tercatat USD 3,37 miliar turun 3,33 persen dibanding November 2023 sebesar USD 3,49 miliar. Kemudian untuk impor non migas pada Desember 2023 senilai USD 15,73 miliar atau turun 2,26 persen dibandingkan November 2023 yang tercatat USD 16,10 miliar.
Secara tahunan atau year on year (yoy), impor migas naik dari USD 3,20 miliar pada Desember 2022 menjadi USD 3,37 miliar pada Desember 2023. Sementara impor nonmigas secara yoy turun dari USD 16,66 miliar pada Desember 2022 menjadi USD 15,73 miliar pada Desember 2023.
Secara kumulatif, total nilai impor Indonesia periode Januari-Desember 2023 mengalami penurunan sebesar 6,55 persen secara tahunan. Penyumbang utama anjloknya total nilai impor adalah impor bahan baku atau penolong yang turun 11,09 persen.
