Bappenas Targetkan RI Jadi Produsen Pesawat Turboprop di 2045, PT DI Sudah Buat

21 November 2022 21:13
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pesawat CN235 yang terparkir di hanggar PT Dirgantara Indonesia (DI). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat CN235 yang terparkir di hanggar PT Dirgantara Indonesia (DI). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
ADVERTISEMENT
Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan dokumen Peta Jalan Pengembangan Ekosistem Industri Kedirgantaraan 2022-2045, salah satunya menargetkan Indonesia jadi produsen pesawat turboprop berkapasitas di bawah 100 penumpang pada 2045.
ADVERTISEMENT
Dalam catatan kumparan, pesawat jenis itu sudah dibuat PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PT DI sejak 1983, saat perusahaan industri penerbangan itu masih bernama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN).
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mengatakan peluncuran dokumen Peta Jalan tersebut merupakan upaya untuk menciptakan industri yang tangguh dan berdaya saing global.
Peluncuran Peta Jalan Industri Kedirgantaraan oleh Bappenas di acara Indonesia Development Forum. Foto: Antara
zoom-in-whitePerbesar
Peluncuran Peta Jalan Industri Kedirgantaraan oleh Bappenas di acara Indonesia Development Forum. Foto: Antara
“Peta jalan industri kedirgantaraan dibutuhkan untuk menciptakan industri yang tangguh dan berdaya saing menuju Indonesia emas 2045,” kata Suharso Monoarfa dalam Indonesia Development Forum (IDF) 2022 di Jakarta, Senin (21/11).
Dalam dokumen itu, termuat berbagai target yang ingin dicapai oleh industri kedirgantaraan Indonesia pada 2045. Di antaranya, menargetkan Indonesia menjadi produsen pesawat tipe Turboprop berkapasitas kurang dari 100 kursi dengan teknologi terkini.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Selain itu, Indonesia juga diharapkan menjadi produsen Large Cargo Drone berkapasitas 2 ton, dan menjadi produsen utama flight simulator. “Ekosistem yang kuat wajib didukung oleh seluruh pengampu kepentingan,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas itu.

PT DI Buat Pesawat Turboprop di 1983

Logo PT Dirgantara Indonesia atau PTDI di Hanggar PTDI Bandung Jawa Barat. Foto: Resya Firmansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Logo PT Dirgantara Indonesia atau PTDI di Hanggar PTDI Bandung Jawa Barat. Foto: Resya Firmansyah/kumparan
Terkait target Indonesia jadi produsen turboprop di 2045, dalam situs resmi PT DI disebutkan pesawat jenis itu bernama CN235 sudah diproduksi di dalam negeri pada 1983. Saat itu PT DI masih bernama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN).
Perintisan pembuatan pesawat tersebut sudah dimulai sejak 1979, ketika IPTN dan dan CASA (sekarang Airbus Defense & Space) membentuk perusahaan bernama Aircraft Technology (Airtech), untuk mendesain CN235. Prototipe pertama yang dibuat IPTN, terbang perdana pada Desember 1983, dan dinamai CN235 Tetuko.
ADVERTISEMENT
Pesawat dengan baling-baling ganda versi angkutan sipil itu, bisa mengangkut hingga 40 penumpang. Kini jenis pesawat tersebut sudah dikembangkan PT DI, seperti versi 110 dan 220. CN 235-220 dilengkapi dengan 2 mesin termutakhir turboprop General Electric GE CT7-9C.
Pesawat dapat terbang pada ketinggian hingga 25.000 kaki dengan kecepatan mencapai 237 knots. Pesawat terbang itu juga mampu Short Take-Off and Landing (STOL).