Barang Elektronik dan Mamin Paling Banyak Diselundupkan di Perbatasan

Barang-barang elektronik dan industri pangan khususnya makanan dan minuman (Mamin) ternyata jadi dua komoditas yang paling banyak diselundupkan lewat jalur perbatasan Indonesia. Salah satu contoh produknya adalah makanan kalengan.
“Dari yang ringan saja, makanan kalengan itu banyak diseludupkan. Banyak sekali komoditas yang diseludupkan lewat jalur perbatasan,” ungkap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat ditemui di Gedung Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (23/10).
Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Veri Anggriono, menambahkan bahwa barang elektronik menjadi salah satu barang yang juga banyak diseludupkan dari beberapa perbatasan. Mulai dari telepon genggam hingga laptop.
“Iya, kebanyakan barang-barang elektronik dan juga bahan pangan terutama makanan dan minuman, bahkan sampai minuman beralkohol itu banyak diselundupkan,” katanya.

Dari penyeludupan ini, negara berpotensi mengalami kerugian besar. Veri mengatakan dari selundupan minuman beralkohol saja, negara seharusnya mencatat pendapatan lebih dari Rp 1 triliun. Namun, karena selundupan, nilai pendapatan dari minuman beralkohol dalam negeri berkurang.
“Itu kalau kita lihat sebanyak 70 hingga 80 persen minuman alkohol selundupan. Mudah-mudahan dengan kerja sama Kemendag dan TNI bisa menguranginya,” tambah Veri lagi.
Sedangkan untuk negara asal barang selundupkan, Veri menyebut tidak ada negara dominan yang menyelundupkan barangnya. Tergantung dari negara apa yang berbatasan dengan wilayah perbatasan dalam negeri.
Meski begitu, ada beberapa wilayah yang disebut Veri sebagai daerah yang paling banyak barang selundupan. Mulai dari Kalimantan Barat, Batam, hingga Pantai Timur Sumatera.
“Industri kita, khususnya untuk mamin itu jadi lemah daya saingnya. Sehingga bisa menggerus mereka juga makanya kita akan fokus bekerja sama dengan TNI mengamankan wilayah perbatasan,” tutup Veri.
