Bawang Merah, BBM, hingga LPG Jadi Penyebab Deflasi Agustus 2023

1 September 2023 10:01 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Penjual bawang merah mensortir dagangannya di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Rabu (29/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2023 mengalami deflasi 0,02 persen secara bulanan (mtm). Penyebab utamanya penurunan harga bawang merah, BBM nonsubsidi, dan LPG.
ADVERTISEMENT
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan deflasi pada bulan ini dipengaruhi oleh curah hujan sepanjang Agustus 2023 masih rendah, sehingga berpengaruh kepada ketersediaan komoditas pangan.
"Pada awal bulan pemerintah kembali melakukan penyesuaian harga BBM khususnya non subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex," jelasnya saat rilis inflasi Agustus 2023 di Kantor Pusat BPS, Jumat (1/9).
"Pertamina juga melakukan penyesuaian harga LPG non PSO di tingkat agen hal ini didorong oleh tren penurunan harga minyak dunia," tambah Pudji.
Selain itu, bawang merah juga mengalami deflasi sebesar 12,74 persen dan memberikan andil deflasi 0,05 persen. Pudji menuturkan, deflasi bawang merah terjadi di semua kota IHK, di mana deflasi terdalam terjadi di Banyuwangi sebesar 30,11 persen.
ADVERTISEMENT
"Kondisi ini sejalan dengan kondisi historis bahwa deflasi bawang merah terjadi di Agustus hingga Oktober. Hal ini sejalan dengan panen raya serentak di sejumlah kabupaten dan kota sentra produksi bawang merah di Indonesia," tuturnya.
Pudji memaparkan, deflasi bulanan pada Agustus 2023 didorong oleh deflasi komponen harga bergejolak yang mengalami deflasi pertama kalinya di tahun 2023 ini yakni 0,51 persen dengan andil 0,09 persen.
Komoditas dominan yang memberikan andil deflasi terhadap komponen ini adalah daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, dan kacang panjang.
Selain itu, komponen harga diatur pemerintah juga mengalami deflasi sebesar 0,02 persen dengan andil 0,01 persen. Komoditas dominan adalah bahan bakar rumah tangga dan tarif angkutan udara.
ADVERTISEMENT
Sementara komponen inti mengalami inflasi secara bulanan sebesar 0,13 persen dan memberikan andil sebesar 0,08 persen. Komoditas yang dominan adalah biaya akademi atau perguruan tinggi, SMA, SD, dan SMP.
Inflasi Biaya Pendidikan
Pudji menuturkan, kelompok pendidikan mengalami inflasi 0,86 persen pada Agustus 2023 dengan 0,05 persen. Komoditas utama penyumbang andil inflasi pada kelompok ini biaya akademi atau perguruan tinggi dengan andil 0,02 persen, diikuti biaya SMA SD dan SMP dengan andil inflasi masing-masing 0,01 persen,
"Pada Agustus 2023 biaya perguruan tinggi terlihat lebih dominan memberikan andil karena hal ini sejalan dengan kondisi Agustus 2022, perguruan tinggi memang memberikan andil dominan pada bulan tersebut," jelasnya.
Pudji menyebutkan, inflasi kelompok pendidikan cenderung terjadi pada rentang Juli-September bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru. Bulan Juli adalah momen murid SD-SMA memasuki tahun ajaran baru, sedangkan Agustus September mahasiswa memulai perkuliahan.
ADVERTISEMENT