Kumparan Logo

Bayar Tol Tanpa Berhenti Berlaku di 2020, Bagaimana Persiapannya?

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah kendaraan antre untuk keluar dari gerbang tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/6). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kendaraan antre untuk keluar dari gerbang tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/6). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan teknologi Multi Lane Free Flow (MLFF) atau membayar tol tanpa perlu berhenti tapping di gerbang tol, dapat terlaksana di tahun 2020.

Saat ini beberapa teknologi MLFF itu tengah diuji coba di ruas tol milik Jasa Marga dan Astra Infra. Rencananya pada akhir tahun, teknologi itu dievaluasi untuk kemudian ditentukan yang akan dipakai pada tahun depan.

Lantas, sejauh mana persiapan pemerintah untuk menerapkan MLFF?

1. Jasa Marga Gandeng LinkAja

Anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), menggandeng LinkAja sebagai sumber daya untuk pembelian Voucher Elektronik (VE) untuk melintasi gerbang tol yang menerapkan MLFF.

Adapun dalam uji coba sistem MLFF, Jasa Marga menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFId). Dalam teknologi RFId yang ditempelkan dalam stiker pada kaca mobil, pengguna harus memiliki aplikasi Flo di handphone untuk top up saldo.

Nantinya, reader di gerbang tol akan mendeteksi stiker dan membuka gerbang secara otomatis.

"Saat ini kami sedang melakukan uji coba terbatas. Nantinya, untuk pengguna LinkAja yang sudah melakukan pembelian VE FLO melalui LinkAja dapat mengakses gerbang tol khusus di Tol Jasa Marga dengan menggunakan aplikasi Flo yang kami kembangkan. Aplikasi ini terkoneksi langsung dengan RFId dalam bentuk stiker di kendaraan," jelas Aan berdasar keterangan tertulis, Senin (1/7).

Meski demikian, Kementerian PUPR juga memberikan ruang bagi uang digital lain seperti Go-Pay dan OVO untuk bisa bekerja sama. Hal itu untuk memudahkan pengguna dompet digital lain dalam bertransaksi.

"Kami membuka kesempatan fintech untuk masuk. Unicorn lokal itu (GoPay dan OVO) kalau mau masuk kami persilakan," katanya di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (28/3).

2. Korsel Tawarkan Teknologi MLFF

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transport Korea Selatan menawarkan sistem pengembangan Intelligent Transport System (ITS), untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam menerapkan teknologi MLFF.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transport (MoLIT) Korsel, Kim Hyun Mee, saat bertemu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada akhir pekan lalu seusai menghadiri Special Bureau Meeting Asia Water Council di Korsel.

Menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit, sebenarnya berbagai negara saat ini beramai-ramai menawarkan teknologi MLFF untuk dipakai di Indonesia.

"Yang sudah menyatakan minat cukup banyak dari negara-negara lain. Ada Korea, Hungaria, Austria, hingga Jepang," ujarnya.

Dia pun membeberkan, teknologi yang diperkenalkan negara lain itu akan dijadikan perbandingan dengan teknologi yang sedang diuji coba. Diharapkan akhir tahun ini sudah diputuskan teknologi yang akan dipakai.

"Baik front end maupun back end-nya itu akan diputuskan akhir tahun ini, targetnya Pak Menteri agar tahun ini kita menetapkan skema pengadaannya," kata Danang.

Suasana lalu lintas dekat Gerbang Tol Palimanan pada Minggu (2/6) siang. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

3. Jasa Marga Akan Uji Coba 20 Gerbang

Jasa Marga menargetkan dapat melakukan uji coba terhadap 20 Gerbang Tol (GT) dengan teknologi bayar tol tanpa berhenti di Jabodetabek dengan menggunakan aplikasi Flo berbasis RFId.

Sebelumnya, tahap uji coba telah dilakukan di Tol Sedyatmo dan Tol Bali Mandara secara terbatas dengan menggandeng Bus Damri, kendaraan operasional Garuda Indonesia, dan taksi Blue Bird.

"Tahapan ini masih dalam bentuk uji coba terbatas dengan BUMN lainnya seperti Damri dan Garuda Indonesia. Kami harap dapat segera dikomersialkan kepada pengguna jalan, terlebih kami telah menargetkan 200 gardu khusus FLO dapat beroperasi di akhir tahun ini,” ungkap Aan.

Selain Jasa Marga, anak usaha Astra, yakni Marga Mandala Sakti juga melakukan uji coba MLFF dengan teknologi Dedicated Short Range Communication (DSRC), di mana harus ada On Board Unit (OBU) di kendaraan.

Kemudian alat pembaca di atas gerbang tol akan membaca ketika mobil akan melintas, dan membuka gerbang secara otomatis. Uji coba itu dilakukan di GT Serang Barat, GT Cikande, GT Cikupa, dan GT Serang Timur.