kumparan
11 Oktober 2018 17:28

BCA dan AIA Luncurkan PRIMA, Asuransi Praktis bagi Penyakit Kritis

BCA, AIA, Prima, Proteksi Penyakit krisis Maksima
BCA dan AIA Financial meresmian peluncuran produk Proteksi Penyakit kritis Maksima (PRIMA) di Jakarta, Kamis (11/10/2018). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bekerja sama dengan AIA meluncurkan produk terbaru yakni Proteksi Penyakit Kritis Maksima (PRIMA). Direktur BCA Suwignyo Budiman mengatakan PRIMA adalah produk bancassurance, kerja sama antara BCA dan perusahaan asuransi AIA yang merupakan produk asuransi tradisional yang memberikan proteksi penyakit kritis seumur hidup.
ADVERTISEMENT
Dengan membayar premi selama 10 atau 20 tahun, maka nasabah akan mendapatkan perlindungan tiga risiko, yakni penyakit kritis, meninggal, dan meninggal akibat kecelakaan.
“Memiliki jiwa dan raga yang sehat merupakan dambaan hidup semua orang. Meski demikian, gangguan kesehatan atau penyakit yang menyerang tubuh memang tidak bisa diprediksi. Oleh sebab itu, BCA bersama AIA mengambil langkah dengan menawarkan solusi proteksi jiwa dan penyakit kritis yang saat ini semakin mahal biayanya,” ungkap Suwignyo di Kembang Goela Restaurant, Jakarta, Kamis (11/10).
Menurutnya, layanan PRIMA akan memberikan perlindungan terhadap 60 kondisi penyakit kritis major termasuk kanker, serangan jantung dan Tindakan Bedah Angioplasti. Sedangkan untuk premi, Suwignyo mengatakan besarannya masih cukup terjangkau mulai dari Rp 300 ribu dengan masa pembayaran premi yang dapat dipilih yaitu 10 atau 20 tahun, dan manfaat nilai tunai.
ADVERTISEMENT
“Nasabah akan mendapat perlindungan hingga seumur hidup, premi yang dibayarkan juga tetap berdasarkan usia masuk dan tidak berubah sepanjang masa pembayaran,” ujarnya.
BCA, AIA, Prima, Proteksi Penyakit krisis Maksima
Direktur BCA Suwignyo Budiman memberikan kata sambutan di peluncuran produk Proteksi Penyakit kritis Maksima (PRIMA) di Jakarta, Kamis (11/10/2018). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Suwignyo berharap layanan ini dapat menjadi solusi bagi kekhawatiran masyarakat akan tingginya biaya yang dikeluarkan untuk penyakit kritis. AIA Healthy Living Index Survey 2018 menunjukkan bahwa 87 persen masyarakat Indonesia sangat mencemaskan biaya untuk pengobatan penyakit kritis.
Penyakit yang dianggap akan menimbulkan dampak finansial yang serius adalah kanker (53 persen), penyakit jantung (47 persen) dan diabetes (31 persen). Untuk pengobatan penyakit seperti kanker, 31 persen menyatakan mereka membayar menggunakan uang tabungan dan 28 persen melalui asuransi.
Adapun Asuransi PRIMA menawarkan sejumlah manfaat bagi para pemegangnya. Antara lain, manfaat meninggal sebesar 100 persen uang pertanggungan, manfaat meninggal akibat kecelakaan sebesar 200 persen uang pertanggungan, penyakit kritis minor sebesar 100 persen uang pertanggungan, tindakan bedah angioplasti sebesar 25 persen uang pertanggungan (maksimal Rp250 juta), penyakit kritis minor (opsional) sebesar 25 persen uang pertanggungan, dan manfaat akhir polis sebesar 100 persen uang pertanggungan.
ADVERTISEMENT
“Produk asuransi tradisional yang memberikan proteksi penyakit kritis seumur hidup ini merupakan yang pertama dipasarkan melalui jalur distribusi bancassurance melalui BCA dan diharapkan dapat memberikan multiple coverage kepada masyarakat terhadap proteksi kesehatannya,” tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan