Kumparan Logo

Belajar dari Drama Korea Squid Game, Simak 5 Hal Penting soal Keuangan!

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Poster Squid Game. Foto: IMDb
zoom-in-whitePerbesar
Poster Squid Game. Foto: IMDb

Demam serial Squid Game sedang melanda dunia. Semua orang di berbagai belahan dunia amat mencintai serial Korea Selatan karya Hwang Dong Hyuk itu. Dirilis 17 September 2021 lalu, Squid Game diproyeksi akan menjadi serial terpopuler Netflix.

Serial ini berkisah tentang orang-orang putus asa yang mempertaruhkan nyawanya untuk mengikuti survival game demi meraih hadiah 45,6 miliar won.

Tak hanya menyajikan cerita yang menarik, ada juga pelajaran keuangan yang bisa dipetik dari serial Squid Game. Berikut rangkuman dari kumparan:

1. Bijak Mengelola Utang

Dalam serial Squid Game, diceritakan bahwa para peserta permainan maut tersebut adalah orang-orang yang sedang membutuhkan banyak uang karena terlilit utang. Berutang boleh-boleh saja, tapi ada batasnya. Jangan sampai utang menggunung dan menjadi beban yang membuat pusing kepala.

Idealnya cicilan utang tidak lebih dari 30 persen penghasilan per bulan. Tujuan dari batas cicilan utang sebesar 30 persen tersebut ialah agar pendapatan kita tidak tergerus terlalu besar setiap bulannya.

Adegan di serial Squid Game. Foto: Netflix

Bila memang alokasi cicilan utang kita lebih dari 30 persen, maka yang harus dilakukan adalah mengurangi pengeluaran yang sifatnya konsumtif. Selain itu tentu saja, jangan membuat utang baru lagi.

2. Pentingnya Asuransi

Salah satu tokoh dalam serial Squid Game, Seong Gi Hun (Lee Jung Jae), diceritakan tak hanya memiliki tumpukan utang. Ibunya membutuhkan uang untuk biaya pengobatan. Kalau saja premi asuransi kesehatan untuk sang ibu dibayar teratur, tentu Gi Hun tak perlu pusing memikirkan biaya pengobatannya.

Dari sini, terlihat pentingnya asuransi untuk menjamin saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan di luar perkiraan.

3. Jangan Berspekulasi

Salah satu penyebab Gi Hun terlilit utang adalah kecanduannya pada judi. Celakanya lagi, uang yang dipakainya untuk berjudi berasal dari utang.

Patung boneka Squid Game. Foto: Instagram/@netflixkr

Serupa dengan judi, banyak orang yang melakukan investasi tanpa perhitungan alias berspekulasi. Tak jarang, uang yang dipakai bukan 'uang dingin' alias uang yang sebetulnya dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari. Akibatnya ketika mengalami kerugian besar, terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

4. Menyiapkan Dana Darurat

Dana darurat merupakan salah satu alokasi pos yang sangat penting. Namun terkadang sebagian orang meremehkan pos alokasi dana darurat. Sehingga pada saat ada keperluan yang mendesak, baru memahami betapa pentingnya alokasi dana darurat.

Ketiadaan dana darurat inilah yang membuat sebagian tokoh dalam serial Squid Game terpaksa mengikuti permainan maut. Gi Hun misalnya, diceritakan ia tak memiliki uang untuk persalinan istrinya usai kehilangan pekerjaan.

Adegan di serial Squid Game. Foto: Netflix

Dana darurat kadang menjadi beban karena kita harus rutin menyiapkan. Namun tanpa kita sadari, ketika suatu saat kita benar-benar membutuhkannya, dana darurat ini bisa menjadi penyelamat.

Bagi yang belum menikah, sebaiknya punya dana darurat minimal 3 kali pengeluaran bulanan. Sedangkan bagi yang sudah menikah dan punya anak, idealnya punya dana darurat sebesar 12 kali pengeluaran bulanan.

5. Memperhitungkan Risiko Investasi

Saat mengikuti Squid Game, Gi Hun bertemu dengan teman masa kecilnya yaitu Cho Sang Woo (Park Hae Soo). Sang Woo yang merupakan lulusan universitas ternama dan dikenal sukses, ternyata terlilit utang karena kerugian investasi. Dari cerita itu, kita bisa belajar bahwa investor harus memahami risiko investasi dan mengelolanya.

Akhir-akhir ini investasi saham dan uang kripto makin populer. Investor pemula berbondong-bondong menaruh uangnya di instrumen-instrumen tersebut. Sayangnya, tidak sedikit juga yang kehilangan aset karena fluktuasi harga saham atau uang kripto. Jangan asal investasi! Pahami risikonya dan lakukan analisis mendalam.