kumparan
27 Maret 2019 11:11

Beli HK Express Rp 9 Triliun, Cathay Pacific Kuasai Udara Hong Kong

Cathay Pacific
Cathay Dragon dari Cathay Pacific Group membuka penerbangan langsung rute Medan-Hong Kong mulai 29 Oktober 2018. Foto: Aria Sankhyaadi/kumparan
Maskapai penerbangan Hong Kong, Cathay Pacific Airways, dilaporkan mengakuisisi maskapai berbiaya hemat (low cost carrier), HK Express, senilai USD 628 juta atau hampir Rp 9 triliun. Dengan langkah bisnis ini, Cathay Pacific Group akan menjadi penguasa penerbangan Hong Kong.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Cathay Pacific juga telah memiliki Cathay Dragon, yang fokus pada rute penerbangan Asia. Termasuk lebih dari 20 kota di daratan Cina. Cathay Pacific juga memiliki AHK Air Hong Kong, yang mengoperasikan layanan pengiriman ekspres regional.
Dengan mengakuisisi HK Express, salah satu maskapai penerbangan terbesar di Asia Pasifik itu akan menguasai lebih dari separuh slot penerbangan di Bandara Internasional Hong Kong.
Dikutip dari South China Morning Post (SCMP), dengan dana sebesar itu Cathay Pacific akan menguasai 100 persen saham HK Express. Proses pengambilalihan ini diharapkan akan selesai pada akhir 2019.
Cathay Pacific, Maskapai yang Berbasis di Hong Kong
Cathay Pacific, Maskapai yang Berbasis di Hong Kong Foto: Pixabay
Pembicaraan pengambilalihan ini, sudah dilakukan antara Cathay Pacific dengan HNA Group sebagai pemilik HK Express, pada Senin (25/3) lalu.
ADVERTISEMENT
“Penyelesaian transaksi ini tinggal menunggu izin dari otoritas bisnis penerbangan Hong Kong,” kata manajemen Cathay Pacific.
Konsolidasi industri penerbangan Hong Kong ini, merupakan strategi menghadapi persaingan sengit dengan maskapai-maskapai dari China serta Timur Tengah. Mengutip data World Atlas, maskapai terbesar dari segi jumlah penumpang di kawasan Asia, masih diduduki Air China, AirAsia, dan Emirates. Sedangkan Cathay Pacific ada di posisi ke-8 di atas Lion Air.
Mengutip keterbukaan informasi di bursa Hong Kong, maskapai HK Express pada 2018 lalu membukukan kerugian hingga 141 juta dolar Hong Kong. Angka itu melonjak dibandingkan kinerja 2017, yang masih membukukan laba bersih HKD 57 juta.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan