Kumparan Logo

Belum Batal, Pertamina Masih Kaji Pembelian Minyak Murah Rusia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Adityawarman saat ditemui di IOG 2022, Nusa Dua, Bali, Rabu (23/11/2022). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Adityawarman saat ditemui di IOG 2022, Nusa Dua, Bali, Rabu (23/11/2022). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Pertamina menegaskan masih mengkaji rencana pembelian minyak dari Rusia. Opsi ini dipertimbangkan perusahaan karena negara tersebut menawarkan harga yang murah.

Direktur Utama PT Pertamina Kilang Internasional (KPI) Taufik Adityawarman mengatakan pengkajian masih dilakukan karena mempertimbangkan banyak hal mulai dari unsur politik, ekonomi, dan hitungan perusahaan. Hal ini disampaikan Taufik dalam International Convention and Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 (IOG 2022) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali.

“Kita (masih) penjajakan. Lagi dikaji. Karena ada political risk, economic risk, under risk company. Itu jadi pertimbangan. Tapi kita intens (penjajakan),” ujar Taufik, Kamis (24/11).

Pertimbangan lain pembelian minyak mentah ini masih dikaji karena perusahaan masih memiliki beban obligasi global (global bond) di grup Pertamina. Pada 2021, Pertamina menerbitkan obligasi global senilai USD 1,9 miliar atau sekitar Rp 26,6 triliun (kurs saat itu Rp 14.000 per dolar AS).

Pabrik penyulingan minyak Rosneft di kota Gubkinsky di Siberia barat, Rusia pada 2 Juni 2006. Foto: Delphine Thouvenot/AFP

Obligasi tersebut terbagi dua, yaitu USD 1 miliar untuk tenor lima tahun dengan kupon 1,4 persen dan USD 900 juta untuk tenor 10 tahun dengan kupon 2,3 persen.

Taufik masih belum bisa membeberkan harga yang akan didapatkan dari minyak murah Rusia, termasuk volume yang akan diambil. Musababnya, pembelian minyak harus diuji coba kecocokannya di kilang Pertamina.

“Kalau produknya (minyaknya) sudah pernah dipakai di kilang dan cocok, akan terlihat harganya berapa, sehingga muncul keekononomianya,” ujar dia.

Saat ini produksi di kilang Pertamina secara total mencapai 1.050.000 barel minyak per hari dengan komposisi 65 persen dari domestik dan 35 persen dari impor. Untuk minyak impor, Pertamina mayoritas impor dari Timur Tengah.

Pekerja PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) beraktivitas di kawasan Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (27/10/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sebelumnya, pada Mei 2022, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati sempat mengatakan batal membeli minyak dari Rusia. Alasannya karena stok minyak di kilang-kilang Pertamina dalam keadaan aman.

"Enggak jadi kita beli (minyak) dari Rusia. Karena ternyata cukup stok kita kalau kita lihat kilang-kilang kita," ujar Nicke di Pertamina Integrated Command Center, Jumat (6/5).