Beras di Penggilingan Menipis, RI Dipastikan Impor Tahun Ini?

7 Desember 2022 13:36 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pekerja Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (BULOG) melakukan pengepakkan beras di Sentra Penggilingan Padi atau Modern Rice Milling Plant (MRMP) di Kendal, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2022).  Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (BULOG) melakukan pengepakkan beras di Sentra Penggilingan Padi atau Modern Rice Milling Plant (MRMP) di Kendal, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Wacana Indonesia melakukan impor beras kian kencang. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR pada 23 November lalu Kementerian Pertanian menyebut pasokan beras yang ada di penggilingan pada minggu ke-4 bulan Oktober 1,8 juta ton beras.
ADVERTISEMENT
Dari angka itu, sebanyak 351 ribu ton beras tervalidasi bisa diserap Bulog, untuk memenuhi target 1,2 juta ton di akhir tahun. Namun, validasi Bulog menyebut pasokan beras yang tersedia di lapangan jauh di bawah data yang dipaparkan Kementan.
Hingga Selasa (6/12) pagi, pasokan beras yang bisa diamankan Bulog sebanyak 634.856 ton, kurang dari 1,2 juta ton beras yang ditargetkan di akhir tahun untuk stabilitas nasional.
Wakil Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), Nellys Soekidi, mengatakan jumlah pasokan beras yang ada di penggilingan saat ini jumlahnya tidak memungkinkan untuk diserap Bulog. Menurutnya, bulan 11 dan 12 ini merupakan musim tanam, sehingga stok di penggilingan tidak ada untuk memasok ke Bulog.
Calon pembeli melihat berbagai jenis beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jatinegara, Jakarta, Senin (7/11/2022). Foto: Galih Pradipta/Antara Foto
"Kalau ada data yang masuk ke bapak kemarin, ada data di penggilingan yang harus mengisi Bulog, mohon maaf penggilingan itu sudah menipis, artinya stok yang ada hanya untuk mengisi pasar, untuk pelanggan, untuk menunggu di bulan panen nanti," kata Nellys saat RDPU dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (7/12).
ADVERTISEMENT
Nellys mengatakan, pasokan beras yang terbatas di penggilingan saat ini apabila dilimpahkan ke Bulog, di pasar akan terjadi kekurangan sehingga harga beras akan melambung.
"Stok (di penggilingan) ada yang (hanya mencukupi) satu bulan ada yang kurang dari satu bulan, di satu sisi pasar harus diisi, di satu sisi ada surat dari dinas untuk melakukan pengadaan (ke Bulog)," kata dia.
Bila khawatirkan adanya penimbunan beras, Nellys menepis anggapan itu. Alasannya, harga beras telah diatur melalui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sebelumnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah memberi lampu hijau apabila Indonesia memang memerlukan impor untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Mendag Zulhas bilang impor sebagai langkah antisipasi.
“Memang sampai hari ini itu belum bisa dipenuhi, belum terpenuhi. Nah oleh karena itu, karena belum terpenuhi kita persiapkan cadangan itu, kita memang beli di luar negeri,” kata Zulhas, Selasa (29/11).
ADVERTISEMENT